Tenaga kerja merupakan salah satu aset penting yang dimiliki perusahaan untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan suatu perusahaan.Tingkat kesehatan dan produktivitas pada pekerja dipengaruhi oleh banyak faktor seperti:stress kerja, aktivitas kerja, dan iklim kerja terhadap kecukupan asupan energi pada pekerja di perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan stres kerja, aktivitas kerja, dan iklim kerja terhadap kecukupan asupan energi pada sasaran pekerja kantoran. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik. Populasi penelitian adalah karyawan kantor/perusahaan yang yang bekerja pada divisi yang berbeda-beda berjumlah 17 responden. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara/kuisioner, pengukuranberat badan dan tinggi badan untuk IMT, serta food recall24 jam untuk data pemenuhan asupan energi.Teknik analisis data menggunakan metode analisis data semi kuantitatif. Hasil wawancara dari responden, beberapa diantaranya menjelaskan bahwa stress kerja tersebut mempengaruhi pola makan atau asupan energi harian. Hasil wawancara tentang iklim kerja, diketahui bahwa pekerja yang bekerja dalam ruangan bersuhu dingin/AC cenderung memiliki rasa mudah lapar sehingga lebih banyak mengkonsumsi makanan ringan tinggi kalori. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (76,47%), kecukupan energi tergolong cukup (58,82%). Terdapat hubungan antara stres kerja (70,59%), tingkat aktivitas sedang (58,82%), dan iklim kerja panas (41,18%) terhadap pola makan atau asupan energi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah stres kerja, aktivitas kerja, dan iklim kerja berpengaruh terhadap kecukupan asupan energi karyawan kantor/perusahaan.
Copyrights © 2021