Tulisan ini mendeskripsikan perbandingan konstruksi gramatikal kalimat imperatif dalam bahasa Jawa dialek Banyumas (bJB) dan bahasa Inggris (bI) dengan tujuan dapat memberikan kontribusi terhadap pembelajaran bahasa. Data dalam penelitian ini berupa kalimat imperatif sederhana bahasa Inggris dan bahasa Jawa Banyumas dengan ragam ngoko lugu yang kemudian dideskripsikan dan dibandingkan dengan melihat hubungan gramatikal serta peran-peran semantis yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan konstruksi gramatikal kalimat imperatif dalam bJB dan bI. Persamaan umum antara kedua bahasa diantaranya ialah kecenderungan untuk melesapkan penerima perintah dalam kalimat. Ditemukan pula persamaan pada konstruksi kalimat intransitif yang hanya terdiri dari predikat dan tidak mengalami afiksasi sebagai pemarkah perintah, pada konstruksi kalimat intransitif ber-verba dimana predikat diwujudkan dalam bentuk verba dasar, pada peran lokatif yang dapat menempati direct object ataupun indirect object sebagai frasa preposisional, pada kalimat imperatif-kausatif dimana verba mengalami afiksasi derivasi dari adjektiva, serta pada kalimat imperatif-instrumental yang kedua argumennya dapat bergantian menempati direct object ataupun indirect object. Perbedaan konstruksi antara kedua bahasa umumnya ialah kosntruksi aktif-pasif kalimat yang memberikan pengaruh terhadap realisasi subjek dan objek. Selain itu, terdapat kemungkinan penggunaan verba multi-kata dalam bI sebagai verba dasar, perbedaan pengisi fungsi predikat pada kalimat imperatif-intransitif ber-adjektiva, afiksasi pada bJB yang memfokuskan peran lokatif, benefaktif, kausatif, dan instrumental, serta perbedaan dalam penyebutan beneficiary.
Copyrights © 2020