Latar belakang: Pekerja pembuat knalpot bagian pengelasan perlu mendapat perhatian terhadap potensi gangguan kesehatan. Pekerja las dan Pipefitters (pekerja pada fabrikasi dan mekanik pipa-pipa logam) berpotensi terpapar logam Cadmium (Cd) melalui fume saat proses pengelasan. Cadmium menduduki urutan kedua dalam hal toksisitasnya setelah Hg, kemudian diikuti Ag, Ni, Pb, As, Cr, Sn, Zn. Penelitian ini ingin mengkaji apakah terdapat hubungan antara kandungan kadar cadmium dalam darah terhadap penurunan fungsi ginjal ditinjau dari kadar ureum dan kreatinin pada pekerja las bengkel knalpot.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Mei-Juli 2015. Sampel dihitung menggunakan rumus sampel dan diperoleh sampel 36 orang. Responden yang mengikuti penelitian hingga akhir sebanyak 32 orang.Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat.Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara Variabel Luar (umur, kebiasaan merokok, higienitas diri, masa kerja, jumlah jam kerja per minggu, penggunaan masker) dengan variabel bebas (kadar cadmium) dengan nilai Correlation coefficient (r) < 0,349. Kemudian analisis bivariat antara Variabel Bebas (Kadar Cadmium) dengan Variabel Terikat (Kadar Ureum dan Kreatinin) menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan dengan nilai Correlation coefficient (r) < 0,349.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara Variabel Luar (umur, kebiasaan merokok, higienitas diri, masa kerja, jumlah jam kerja per minggu, penggunaan masker) dengan variabel bebas (Kadar Cadmium) pada pekerja las bengkel knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor. Tidak terdapat hubungan antara Variabel Bebas (Kadar Cadmium) dengan Variabel Terikat (Kadar Ureum dan Kreatinin) pada pekerja las bengkel knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor.
Copyrights © 2016