Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pajanan pestisida dengan kejadian anemia.Metode: Desain cross sectional digunakan pada penelitian ini. Adapun populasi pada penelitian ini adalah petani holtikultura yang berjenis kelamin laki-laki yang berdomisili di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sebanyak 106 orang petani terpilih sebagai sampel dan dilakukan pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar Hb.Hasil: Analisis sampel darah menunjukkan rata-rata kadar Hb petani adalah 16,65 gr/dL. Sedangkan analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan antara pajanan pestisida yang terdiri dari masa kerja (nilai p=0,440, OR=1,944, CI 95%=0,51-7,325), lama penyemprotan (nilai p=1,000), waktu penyemprotan (nilai p=1,000), frekuensi penyemprotan (nilai p=1,000, OR=0,698, CI 95%=0,091-5,334), takaran pestisida (nilai p=1,000, OR=1,244, CI 95%=0,164-9,444), dan pencampuran pestisida (nilai p=1,000, OR=1,337, CI 95%=0,176-10,181) dengan kejadian anemia. Pada analisis multivariat, diketahui bahwasanya masa kerja merupakan faktor dominan yang memengaruhi kejadian anemia pada petani holtikultura.Kesimpulan: Pajanan pestisida tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya, diharapkan untuk melakukan pengujian biomarker yang sesuai untuk mendeteksi adanya efek konis pajanan pestisida pada kesehatan petani.
Copyrights © 2016