Latar Belakang: Telapak tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering kontak dengan dunia luar dan digunakan sehari-hari untuk melakukan aktivitas. Hal ini sangat memudahkan terjadinya kontak dengan mikroorganisme dan mentransfernya ke objek lain. Ribuan jenis tanaman yang banyak tersebar di Indonesia diantaranya ada yang dapat untuk dikembangkan sebagai antibakteri, salah satunya adalah tanaman kaktus pir berduri. Tanaman ini dipilih karena diketahui bahwa memiliki kandungan bahan aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Saat ini pemanfaatan tanaman kaktus pir berduri di Indonesia belum terlalu luas dilakukan oleh karena itu peneliti tertarik untuk menggunakan tanaman tersebut sebagai bahan antibakteri dalam pembuatan hand sanitizerTujuan Penelitian: Mengetahui efektivitas hand sanitizer dari ekstrak kaktus pir berduri (Opuntia ficus Indica) terhadap jumlah angka kuman kulit telapak tanganMetode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratories dengan rancangan penelitian the post test only control group design. Instrumen yang digunakan adalah peralatan dan bahan laboratorium, alat perekam gambar, dan program uji satistik STATA for windows .Cara analisis data yaitu data dianalisis secara laboratorium dan uji statistik One Way Anova untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan yang bermakna, bila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji pos hoc BonferroniHasil Penelitian : Berdasarkan uji KLT menyatakan bahwa ektrak kaktus pir berduri positif mengandung flavonoid. Perlakuan kontrol positif (alkohol 70%) terhadap jumlah angka kuman memiliki nilai mean yaitu 84.2. Perlakuan kontrol negatif (gelling agent) terhadap jumlah angka kuman memiliki nilai mean yaitu 80.4. Perlakuan eksperimen (hand sanitizer dengan ekstrak) terhadap jumlah angka kuman memiliki nilai mean yaitu 52.8. Tidak ada perbedaan antara penggunaan hand sanitizer dari ekstrak kaktus pir berduri, alkohol 70%, maupun gelling agent terhadap jumlah angka kuman telapak tangan.Kesimpulan : Secara analisis statistik tidak memiliki perbedaan yang berarti, namun pemanfaatan ekstrak kaktus pir berduri sebagai hand sanitizer secara teori dapat berpotensi sebagai antibakteri karena adanya kandungan flavonoid
Copyrights © 2017