ABSTRAKLatar belakang: Hipertensi yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi terhadap jantung, otak, mata dan ginjal. Prevalensi hipertensi menurut jenis pekerjaan pada pegawai 20,6%, wiraswasta 24,7%, petani, nelayan dan buruh: 25%. Aktivitas fisik pekerja berdasarkan data Riskesdas 2013 yang masih kurang yaitu pegawai 23,3%; wiraswasta 18,3%; dan petani, nelayan, dan buruh 13,4%. Variabel luar yang mempengaruhi hipertensi yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik dan variabel luar terhadap hipertensi pada pekerja.Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimen menggunakan data Riskesdas 2013 dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 1.027.763 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu responden mempunyai pekerjaan utama, berusia ≥ 15 tahun, diukur tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, dan tidak sedang hamil, sebanyak 371.713. Data dianalisis secara univariabel, bivariabel dan multivariabel.Hasil: Aktivitas fisik mempengaruhi kejadian hipertensi pada pekerja dengan OR sebesar 1,25 (CI 95%: 1,21-1,28), aktivitas fisik dengan melibatkan variabel luar menjadi 1,16 (CI 95%: 1,13-1,19). Variabel luar yang menjadi faktor risiko hipertensi meliputi umur, obesitas, obesitas abdominal, kebiasaan merokok setiap hari, jumlah rokok 10-20 batang/hari, kebiasaan konsumsi makanan berlemak, konsumsi sayur < 3 porsi/hari, stres, riwayat DM, gagal ginjal kronis dan batu ginjal.Kesimpulan: Aktivitas fisik berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada pekerja.
Copyrights © 2017