Latar Belakang : Industri batik merupakan salah industri yang memberikan dukungan ekonomi masyarakat, serta mampu menyerap tenaga kerja. Proses pembuatan batik dengan menggunakan bahan – bahan kimia seperti NaOH, Na2SiO3 untuk penguncian warna, penggunaan bahan pewarna dan proses pelorodan malam/ lilin dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan pekerja dan lingkungan sekitar akibat dari limbah yang ditimbulkan. Minimnya modal usaha, rendahnya pengetahuan terhadap bahaya bahan kimia yang digunakan, kurangnya sumber daya, jam kerja yang panjang, hubungan kerja yang bersifat borongan/satuan, manajemen yang dikelola sendiri, minimnya dukungan sarana dan prasarana serta persebarannya yang luas menyebabkan adanya kesulitan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sistem pembuangan limbah batik dan mengetahui tentang literasi keselamatan dan kesehatan kerja di sentra batik Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang yang terdiri dari pengusaha batik, pekerja batik, kelompok pengrajin batik dan pemerintah daerah Kabupaten Bantul. Penelitian ini telah mendapatkan prsetujuan dari komisi etik Fakultas Kedokteran UGM.Hasil : Intensitas penggunaan pewarna sintetis yang lebih tinggi dibandingkan pewarna alami, berdampak pada limbah yang dihasilkan. Adanya persepsi di masyarakat bahwa air bekas pembilasan tidak berbahaya sehingga dapat dibuang tanpa adanya proses pengolahan.Kesimpulan : Pendelegasian perijinan usaha mikro dan kecil pada level kecamatan dapat berdampak pada persoalan lingkungan. Pembuangan limbah tanpa proses pengolahan terlebih dahulu dapat berdampak pada kondisi lingkungan. Hal ini perlu mendapat perhatian karena mayoritas masyarakat Giriloyo menggunakan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum.
Copyrights © 2017