Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 33, No 12 (2017)

Analisis Spasial Kejadian Malaria Dan Habitat Larva Nyamuk Anopheles spp di Wilayah Kerja Puskesmas Winong Kabupaten Purworejo




Article Info

Publish Date
02 Aug 2017

Abstract

INTISARILatar Belakang : Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium spp dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles spp betina. Di Purworejo malaria masih menjadi masalah penyakit menular yang utama, pada tahun 2013-2015 kasus malaria mengalami peningkatan dari 728 kasus (API 0,98‰) pada tahun 2013 menjadi 1.411 kasus (API 1,98‰) tahun 2015.Tahun 2016 hingga bulan Nopember jumlah kasus sebanyak 423 kasus.Tujuan :  Menganalisis faktor-faktor risiko dengan kasus malaria, memetakan distribusi  spasial kasus malaria kaitannya dengan jarak lokasi terhadap habitat perkembangbiakan dan  mengetahui habitat larva nyamuk Anopheles spp di wilayah kerja Puskesmas Winong Kabupaten Purworejo.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan rancangan penelitian case control atau retrospektive study.Variabel bebas adalah faktor lingkungan dan faktor sosial budaya, sedangkan variabel terikat adalah kejadian (kasus) malaria. Distribusi kasus malaria kaitannya dengan jarak kasus terhadap habitat larva nyamuk Anopheles spp disajikan dalam buffer zone dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hubungan variabel bebas dan terikat dianalisis dengan pendekatan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi square, analisis multivariat dengan uji conditional regresi logistik dan analisis spasial.Hasil : Analisis bivariat dengan uji Chi square menunjukan ada hubungan kejadian malaria dengan keberadaan habitat perkembangbiakan (p=0,02;OR 2,5 ), kondisi dinding rumah (p=0,004; OR 0,29) dan kebiasaan keluar malam hari (p=0,01;OR 3,6 ),sedangkan keberadaan hewan ternak, jarak breeding site, kebiasaan memakai kelambu, penggunaan kawat kasa, pemakaian anti nyamuk dan kebiasaan mengunjungi daerah endemis tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Analisis multivariat dengan uji conditional regresi logistik menunjukan bahwa kebiasaan keluar malam hari (p=0,01; adjOR 4,8) merupakan faktor risiko yang paling tinggi berhubungan dengan kejadian malaria. Pada analisis spasial terbentuk 3 cluster kejadian malaria dan hasil buffering menunjukan bahwa kebanyakan kasus berada di dalam area buffer zone dengan jarak <1000 m dari habitat larva nyamuk  Anopheles spp berupa kolam, selokan, genangan air, sawah dan sungai.Kesimpulan : Ada hubungan antara keberadaan habitat perkembangbiakan larva, kondisi dinding rumah dan kebiasaan keluar malam hari dengan kejadian malaria. Terdapat 3 cluster di wilayah kerja Puskesmas Winong dan kebanyakan kasus berada di area buffer zone.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...