ABSTRAKLatar Belakang : Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles spp betina. Di Purworejo kasus malaria mengalami peningkatan dari API 0,98‰ (2013) menjadi API 1,98‰ (2015).Tahun 2016 jumlah kasus sebanyak 423 kasus.Tujuan : Menganalisis faktor-faktor risiko dengan kasus malaria, memetakan distribusi spasial kasus malaria dan mengetahui tipe habitat larva nyamuk Anopheles spp di wilayah kerja Puskesmas Winong Kabupaten Purworejo.Metode Penelitian : Penelitian merupakan observasi analitik dengan rancangan penelitian case control.Variabel bebas adalah faktor cuaca, faktor lingkungan rumah dan faktor sosial budaya, sedangkan variabel terikat adalah kejadian (kasus) malaria. Hubungan variabel bebas dan terikat dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson dan Chi square, uji regresi logistik dan analisis spasial.Hasil : Hasil uji korelasi Pearson menunjukan variabel suhu, kelembaban dan curah hujan tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Uji Chi square menunjukan ada hubungan kejadian malaria dengan keberadaan breeding site (p=0,02;OR 2,5 ), kondisi dinding rumah (p=0,004; OR 0,29) dan kebiasaan keluar malam hari (p=0,01;OR 3,6 ), sedangkan keberadaan hewan ternak, jarak breeding site, kebiasaan memakai kelambu, penggunaan kawat kasa, pemakaian anti nyamuk dan kebiasaan mengunjungi daerah endemis tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Berdasarkan uji regresi logistik, kebiasaan keluar malam hari merupakan faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria. Pada analisis spasial kebanyakan kasus berada di dalam area buffer zone pada radius 1000 m dari habitat larva nyamuk Anopheles spp.Kesimpulan : Tidak ada hubungan faktor cuaca dengan kejadian malaria. Ada hubungan antara keberadaan habitat perkembangbiakan larva, kondisi dinding rumah dan kebiasaan keluar malam hari dengan kejadian malaria. Kasus berada di area buffer zone pada radius 1000 meter.
Copyrights © 2018