Latar Belakang: Dengue adalah salah satu penyakit yang penyebarannya paling cepat di dunia yang disebabkan oleh virus pada nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian dengan insektisida kimia yang terus menerus dalam jangka panjang menyebabkan munculnya resistensi. Alternatif yang dinilai efektif sebagai larvasida adalah Bti. Selain itu minyak atsiri jahe diduga mampu sebagai biolarvasida alami.Tujuan: Untuk mengetahui status resistensi larva Aedes aegypti terhadap temephos, serta untuk mengetahui toksisitas larutan cair Bti Type H-14 dan minyak atsiri jahe (Zingiber officinale roxb) terhadap larva Aedes aegypti.Metode: Jenis penelitian eksperimen murni laborarotium dengan rancangan post tes pada kelompok kontrol secara acak. Konsentrasi uji kerentanan temephos 1% adalah 0,02 ppm dan 1 ppm. Konsentrasi uji toksisitas Bti adalah 0.01, 0.013, 0.017, 0.02, 0.03 dan 0.04 mL/L dan konsentrasi uji toksisitas minyak atsiri jahe adalah 66.6, 99.9, 133.2, 166.5, 199.8 dan 266.4 ppm. Sampel larva Aedes aegypti instar III dari Deli Serdang. Analisa dengan statistik univariat serta analisis probit.Hasil: Larva Aedes aegypti resisten terhadap temephos (0,02 ppm, 1 ppm) dengan RR50,90 1,9 < 5. Nilai LT50,90 larva adalah 125.2; 192.0 menit. Nilai LC50,90 Bti adalah 0.014; 0.024 mL/L. Nilai LC50,90 larutan minyak atsiri jahe adalah 65.6; 129,1 ppm;. Kesimpulan: Larva telah resisten terhadap temephos dengan kriteria resistensi rendah. Bti dan larutan minyak atsiri jahe toksik terhadap larva Aedes aegypti.
Copyrights © 2018