Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 8 (2018)

ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DBD DAN UJI KERENTANAN AEDES AEGYPTI TERHADAP MALATHION DI KOTA MAGELANG




Article Info

Publish Date
20 Apr 2018

Abstract

Latar Belakang: Penyakit DBD masih merupakan masalah yang sangat penting dan menjadi salah satu tantangan utama bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia, kejadian DBD tidak hanya menyerang kelompok usia, jenis kelamin maupun status sosial tertentu. Penyakit DBD merupakan suatu infeksi arboviral yang ditularkan melalui vektor sehingga mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Kasus DBD di Kota Magelang terjadi di ketiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Magelang Selatan yang terdiri dari enam kelurahan, Kecamatan Magelang Tengah terdiri dari enam kelurahan dan Kecamatan Magelang Utara terdiri dari lima kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran spasial kejadian DBD dan status kerentanan Aedes aegypti terhadap malathion di Kota Magelang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan spasial temporal untuk melihat distribusi kasus DBD dari tahun 2014-2017 dan keberadaan telur nyamuk dengan menggunakan GPS untuk penentuan waypoint penderita dan lokasi pemasangan ovitrap serta lembar observasi. Status kerentanan dilakukan dengan uji susceptibility test dari nyamuk hasil rearing telur yang dipasang dengan ovitrap pada 195 rumah sampel terhadap malathion.Hasil: Kasus DBD Tahun 2014-2017 terjadi sebanyak 380 kasus dengan kasus tertinggi pada Tahun 2015 yaitu 158 kasus dan terendah Tahun 2017 dengan 66 kasus. Kematian DBD tertinggi Tahun 2016 yaitu 4 kasus kematian dan terendah Tahun 2014 dan 2017 dengan masing-masing 0 kematian. Seluruh kelurahan di Kota Magelang berstatus endemis kecuali Kelurahan Cacaban dan Kelurahan Panjang. Hasil NNA didapatkan Observed Mean Distance 60,380 meter, NNR sebesar 0,474, Z-score sebesar -19,309 dan p-value sebesar 0,000. Kasus DBD mengkluster menjadi kluster primer dan kluster sekunder. Setiap kelurahan terdapat daerah risiko tinggi dan rendah kasus DBD. Terjadi pergerakan kasus DBD sebesar 3,8o ke arah Timur Laut sejalan arah poros utama penghubung antar wilayah di Jawa Tengah dan DIY. Ovitrap Index didapatkan sebesar 61,03% positif telur dari 195 sampel yang dipasang. Uji kerentanan menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti telah resisten terhadap malathion di seluruh kelurahan Kota Magelang.Kesimpulan: Gambaran spasial kejadian DBD menunjukkan bahwa kasus DBD terjadi pada semua kelurahan di Kota Magelang, pergerakan kasus cenderung mengikuti arah mobilitas manusia, ketiga kecamatan merupakan daerah berisiko DBD. Insektisida malathion telah resisten di semua kelurahan di Kota Magelang.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...