Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 11 (2018)

Makna penggunaan e-cigarettes/vape bagi vapers di Daerah Istimewa Yogyakarta




Article Info

Publish Date
07 Jun 2018

Abstract

MAKNA PENGGUNAAN E-CIGARETTES/VAPE BAGI VAPERS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wiradianto Putro1, Retna Siwi Padmawati21 Alamat email : wiradianto.putro@yahoo.com2  Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia  INTISARI  Latar Belakang : Penggunaan e-cigarettes/vape yang mulai banyak dikonsumsi masyarakat,yang pada umumnya banyak ditemui di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan vape/e-ciggarettes di Kota Yogyakarta.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan didapatkan dengan snowball sampling dan rekrutmen via aplikasi facebook & whatsapp, kemudian informan dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Informan utama adalah vapers atau pengguna vape dengan jumlah 13 orang yang rutin menggunakan vape minimal selama 6 bulan terakhir. Informan tambahan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari 2 mantan pengguna vape, serta 3 orang perokok yang mengenal vape tetapi tidak menggunakan vape, dan 2 orang significant others. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi.Hasil   : Peneliti melakukan pendekatan berdasarkan Integrated Behavior Model (IBM) dalam kerangka teori penelitian. Intensi merupakan aspek penting yang mempengaruhi individu untuk menggunakan vape. Faktor yang dapat memicu intensi individu untuk menggunakan vape antara lain Informasi mengenai vape dan perilaku penggunaan vape oleh orang-orang di lingkungan sosial individu tersebut (perceived norm). Selain itu, sikap (attitude) positif dan adanya kapabilitas diri juga dapat memicu intensi terhadap penggunaan vape. Faktor pendukung yang menguatkan intensi penggunaan vape berupa rutinitas dalam menggunakan vape serta pengetahuan dan skill tentang penggunaan vape. Penggunaan vape menjadi bermakna bagi vapers sebagai sarana untuk bersosialisasi, untuk substitusi rokok konvensional, maupun sekedar selingan dalam penggunaan rokok konvensional.Kesimpulan : Semakin banyak impresi positif selama inisiasi menggunakan vape, semakin tinggi kecenderungan individu menjadikan penggunaan vape sebagai bagian dari gaya hidup. Karena sampai saat ini tidak ada rekomendasi dari BPOM maupun Kementerian Kesehatan untuk penggunaan liquid vape sebagai barang konsumsi,Bagi perokok yang berniat berhenti merokok disarankan untuk menggunakan metode yang sesuai. Misalnya pergi ke klinik berhenti merokok agar mendapat terapi yang sesuai dan tidak beresiko. Kata Kunci :  rokok elektrik, vape,vapor, integrated behavior model,berhenti merokok.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...