Tujuan: Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama yang ditemukan di Padukuhan Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman dan umumnya terjadi pada kelompok lanjut usia. Upaya pencegahan dan deteksi dini PTM melalui kegiatan posyandu lansia belum efektif dan baru dimulai pada Desember 2016. Peningkatan kapasitas kader diperlukan agar mampu mengembangkan kegiatan posyandu lansia. Namun, upaya lain yang langsung menyasar peserta posyandu lansia dibutuhkan agar posyandu lansia dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu KPL. KPL dilakukan untuk mensosialisasikan kembali posyandu lansia sekaligus pendataan ulang lansia. Hasil pendataan akan menunjukkan jumlah seluruh lansia dan lansia yang harus dikunjungi karena tidak dapat langsung datang ke lokasi posyandu, dimana program ini disebut home visit. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental dan semi-kualitatif. Intervensi yang dilakukan berupa Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit. Evaluasi program dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Program Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit efektif dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia. Jumlah lansia yang berpartisipasi pada kegiatan posyandu lansia sebanyak 54 orang, dimana 4 diantaranya dilakukan home visit.Terjadi peningkatan yang signifikan dimana jumlah partisipan pada bulan sebelumnya adalah 20 orang dari total 70 lansia. Simpulan: Program Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit dapat meningkatkan kesadaran akan kebutuhan dan kepemilikan posyandu lansia.Kata Kunci: ketuk pintu lansia; home visit; posyandu lansia.
Copyrights © 2018