Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium

Sukma desi alternatif menjaring kader kesehatan di Kabupaten Boyolali

Putut Wisnu Nugroho (Department of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada)
Yunita Arisanti (Department of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2018

Abstract

Kader kesehatan sangat diharapkan sebagai komponen integral tenaga kerja kesehatan untuk pembangunan kesehatan (Susanto et al.). Dukungan terbesar untuk persoalan kesehatan masyarakat Boyolali selama ini datang dari para kader kesehatan. Namun berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, jumlah kader kesehatan di Boyolali semakin menurun. Ada 10.000 kader yang terdata di tahun 2014, sedangkan pada tahun 2017 tersisa 6.900 kader (Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali) . Artinya setiap tahun terjadi penurunan sekitar 1.000 kader. Setelah dianalisa, penurunan jumlah kader ini bersifat alamiah. Sebagian besar kader adalah mereka yang telah mengabdi untuk jangka waktu yang sangat panjang, beberapa bahkan lebih dari 30 tahun pengabdian. Sedangkan proses regenerasi tidak berlangsung cepat. (Laverack and Labonte). Dalam paper ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan data yang digunakan adalah data sekunder dari dokumen dan literatur yang tersedia. Paper ini ingin menunjukkan pengalaman menjaring kader kesehatan di Kabupaten Boyolali dengan sebutan Sukarelawan Kader Muda Kesehatan Desa Siaga (SUKMA DESI). Jumlah Anggota Sukarelawan Kader Muda Kesehatan Desa Siaga (SUKMA DESI) pada Tahun 2017 sejumlah 1000 orang . Anggotanya diutamakan berasal dari Karang Taruna Desa , generasi muda yang berasal dari pelajar SMP dan SMA, SBH (Saka Bakti Husada ), dan Mahasiswa. Rumah Sekretariat Sukma Desi sejumlah 1 rumah, dan 2 rumah dalam tahap proses penetapan dari Kabupaten. Agar penjaringan kader dapat dilaksanakan lebih efektif, pemerintah daerah lain dapat menggunakan pendekatan terhadap komunitas yang memiliki massa misalnya komunitas mobil, komunitas sepeda motor, komunitas olahraga dan lain-lain. Selain itu itu perlu dipikirkan untuk menggunakan aplikasi informasi untuk memudahkan pendataan anggota kader muda kesehatan.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...