Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium

Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal

Desrifana Yunus (Department of Health Behavior, Environment and Social Medicine, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2018

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai pendekatan yang telah dilakukan pada penerapan ergonomi partisipatif di berbagai industri dan mengambil pembelajaran dari implementasi ergonomi partisipatif tersebut.Keluhan Muskuloskeletal sering terjadi pada pekerja terutama dengan beban pekerjaan yang tinggi dan bekerja dengan postur yang jangal seperti perawat, pekerja di jasa konstruksi hingga manufaktur. Ergonomi partisipatif yang bertujuan mengurangi keluhan Muskuloskeletal melalui identifikasi berbagai faktor risiko pekerjaan dan merumuskan solusi untuk mengurangi risiko dengan melibatkan pekerja secara langsung. Efektivitas penyelenggaran ergonomi partisipatif bervariasi di berbagai tempat kerja. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik pekerja, metode ergonomi yang digunakan, hingga dukungan dari organisasi atau perusahaan.Ergonomi partisipatif berpengaruh pada perbaikan posisi kerja, postur janggal dan kekakuan pada leher dikalangan perawat. Implementasi dibidang manufaktur juga mampu meningkatkan produktivitas hingga 46% dengan adanya pengurangan beban kerja yang tidak perlu, waktu tunggu transportasi barang, dan pengurangan waktu atau lama produksi. Hasil evaluasi partisipatif ergonomi pada 12 penelitian membuktikan bahwa ergonomi partisipatif memberikan dampak positif pada keluhan muskuloskeletal, pengurangan kecelakaan pada pekerja, klaim kompensasi terhadap kecelakaan kerja, serta mengurangi ketidakhadiran pekerja karena sakit. Jumlah fasilitator dan potensi adanya hambatan dapat menentukan kesuksesan program. Organisasi yang biasanya berhasil mendapatkan manfaat dari program ini adalah organisasi yang antar pekerjanya memiliki hubungan yang baik, komunikasi yang baik, adanya kebiasaan berkonsultasi dan adanya koordinasi dalam berbagai proses pekerjaan.Ergonomi partisipatif berhasil memberikan perubahan pada lingkungan kerja, terutama dalam mengurangi faktor risiko lingkungan kerja fisik yang berdampak pada gangguan muskuloskeletal. Implementasi ergonomi partisipatif membutuhkan komitmen manajemen pada semua unit di tempat kerja atau perusahaan. Pelatihan ergonomi, kerjasama tim dan solusi penyelesaian masalah adalah aspek yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ergonomi partisipatif

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...