Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium

Tantangan dalam Implementasi Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Menggunakan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Ika Puspita Asturiningtyas (Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada)
Trisno Agung Wibowo (Dinas Kesehatan Provinsi DIY)
Suprio Heriyanto (Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2018

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Program untuk mengendalikan kanker serviks adalah dengan deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan krioterapi untuk IVA positif. Jumlah WUS yang melakukan tes IVA di Wonogiri sejak 2015 masih di bawah target, tetapi IVA positif yang ditemukan cukup banyak, yaitu 10,29% tahun 2016 dan 6,3% tahun 2017. Studi dilakukan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program skrining kanker serviks dengan metode IVA. Metode: Studi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan pendekatan logic model pada Juli-Agustus 2018.  Responden adalah penanggungjawab Penyakit Tidak Menular (PTM) dan atau bidan di 10 Puskesmas yang memiliki petugas IVA terlatih dan 6 Puskesmas yang tidak memiliki petugas terlatih; kepala seksi PTM dinas kesehatan; serta dokter spesialis obsgyn RSUD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan wawancara mendalam. Analisis data secara deskriptif. Hasil: Petugas IVA terlatih hanya ada di 10 Puskesmas dari 34 Puskesmas. Dari 24 Puskesmas yang tidak memiliki petugas IVA, hanya tiga Puskesmas yang pernah melaksanakan skrining IVA massal. Empat Puskesmas mengeluhkan tidak adanya dana untuk kegiatan, seperti pembelian bahan, penggandaan form, sosialisasi serta jasa petugas. Hambatan dalam sosialisasi adalah rasa takut dan malu untuk melakukan tes IVA. Puskesmas yang tidak memiliki petugas IVA kesulitan mendorong warga untuk melakukan tes IVA karena pemeriksaan harus dilakukan di Puskesmas lain. Koordinasi dengan RSUD terkait rujukan pasien IVA positif belum berjalan baik. Krioterapi belum dapat dilakukan, karena alat baru tersedia di dua Puskesmas pertengahan tahun 2018 dan belum ada petugas yang mengikuti uji kompetensi. Simpulan: Deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Wonogiri masih menemui banyak tantangan. Diperlukan beberapa upaya perbaikan seperti penggunaan dana BOK untuk pelaksanaan tes IVA, proses sosialisasi yang lebih efektif, memperjelas alur rujukan pasien IVA positif, serta penguatan kapasitas petugas IVA agar dapat melakukan krioterapi.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...