Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium

Tantangan Sistem Surveilans Pencegahan Kejadian Luar Biasa Pasca Bencana Di Puskesmas Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala Tahun 2018

Rido Illahi Ayef Eka Putra (Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada)
Vira Faisal (Poltekes Kementerian Kesehatan Kota Palu)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2018

Abstract

Tujuan: Bencana alam yang terjadi di Propinsi Sulawesi Tenggah pada tanggal 28 September 2018 yang lalu menimbulkan banyak korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan melumpuhkan sistem pemerintahan.  Salah satu daerah yang terkena dampak bencana adalah kecamatan Sindue Tombusabora di Kabupaten Donggala. fasilitas kesehatan yang tersedia di kecamatan Sindue Tombusabora adalah Puskesmas Batusuya. Puskesmas Batusuya merupakan satu-satunya Puskesmas tempat pelayanan kesehatan yang memiliki wilayah kerja meliputi desa Batusuya go, desa Batusuya, desa Kaliburu, desa Kaliburu Kata dan desa Tibo. Sebagai fasilitas kesehatan yang utama di tingkat kecamatan puskesmas Batusuya memiliki peranan yang sangat penting untuk pengobatan dan perawatan pasca bencana. Tulisan ini disusun untuk menjelaskan tantangan dan kendala pengoperasian kembali (pengaktifan kembali)  dan pembuatan sistem surveilan penyakit pasca bencana. Konten: Gempa Bumi yang terjadi tanggal 28 September 2018 melumpuhkan sistem surveilans dan pelayanan kesehatan Puskesmas Batusuya. Selama 2 minggu semenjak kejadian gempa bumi puskesmas Batusuya tidak beroperasi sebagaimana mestinya, karena tidak adanya petugas kesehatan dan ruangan rawat inap yang tidak memenuhi kriteria yang aman.. Dari hasil kunjungan lapangan ke petugas kesehatan puskesmas ditemukan bahwa petugas kesehatan trauma untuk pergi bertugas ke puskesmas karena dikhawatirkan akan ada gempa susulan dan letak geografis puskesmas Batusuya yang berada 200 meter dari bibir pantai. Selain kekhawatiran tenaga kesehatan terhadap gempa susulan, juga dipenggaruhi oleh ketidakhadiran  kepala Puskesmas sebagai pimpinan puskesmas Batusuya dalam mengelola dan mengarahkan bawahannya untuk bertindak. Untuk bisa menghidupkan sistem surveilans Puskesmas, langkah awal yang dilakukan adalah menghidupkan pelayanan kesehatan di puskesmas terlebih dahulu. Untuk itu dilakukan advokasi kepada kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan (perawat, bidan) agar dapat melakukan kembali tugasnya di puskesmas sebagai penyedia pelayanan kesehatan.  Setelah pelayanan kesehatan di puskesmas berjalan diambil laporan surveilan puskesmas dari registrasi pengobatan dan laporan registrasi di bidan desa dari setiap desa di wilayah kerja puskesmas Batusuya.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...