Tujuan : Perilaku masyarakat daerah pesisir pantai yang kurang terbiasa buang air besar (BAB) menggunakan jamban memiliki pengaruh terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan apalagi pada penyakit yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan. Masyarakat pada pesisir pantai sebagian besar merupakan masyarakat dengan pekerjaan sebagai nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lain di sekitarnya. Permasalahan yang sering timbul di wilayah pesisir yakni rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan rendahnya kualitas lingkungan serta sanitasi sehingga berdampak pada kepemilikan jamban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel independen ( faktor predisposisi, faktor enabling dan faktor penguat) dengan variabel dependen (kepemilikan jamban sehat ) pada masyarakat desa pesisir di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.Metode : Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang bertempat tinggal di Desa Kurau dan Desa Kurau Barat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 responden.Hasil : Hasil penelitian ini pada analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang terdapat hubungan adalah variabel pendidikan responden terhadap jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue = 0,02), pengetahuan dengan kepemilikan jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue = 0,03), ketersediaan air responden terhadap jamban sehat dengan nilai signifikansi (pvalue = 0,011), dukungan perangkat desa dengan nilai signifikansi (pvalue =0,35), Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin (pvalue=0,93) pekerjaan (pvalue = 3,50), kebijakan (pvalue = 0,65),paparan promosi kesehatan (pvalue =1,27), sikap ( Pvalue = 0,1) dan dukungan kader kesehatan (pvalue = 0,073). Hasil analisis multivariat variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepemilikan jamban adalah variabel dukungan kader kesehatan dengan pvalue 0,006 OR 3,542 ( 95 % CI 1,444 – 8,692 ). Responden di daerah pesisir menunjukkan bahwa ada dukungan kader kesehatan berpeluang 3,542 kali untuk meningkatkan kepemilikan jamban dibandingkan dengan tidak ada dukungan kader kesehatan.Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah penguatan dan peningkatan pengetahuan responden dalam hal ini adalah masyarakat desa kurau dan desa kurau barat akan berdampak positif pada respon masyarakat memiliki jamban.Penguatan peran kader kesehatan menjadi penting dalam memaksimalkan akses penggunaan jamban serta menginisiasi masyarakat dalam kepemilikan jamban.Kata kunci : Jamban, Crossectional , Pesisir
Copyrights © 2019