Latar Belakang : Gestasional Diabetes Melitus (GDM) adalah gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan. Sebuah tinjauan sistematis menyarankan bahwa wanita dengan GDM memiliki peningkatan 7,4 kali lipat dalam risiko terkena diabetes tipe 2 setelah melahirkan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki GDM.Tujuan : Mengetahui pengalaman hidup ibu postpartum dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus (GDM) di kota Yogyakata 2019.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan criterion sampling dengan alasan karena subjek penelitian dipilih dengan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini melibatkan 5 ibu dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus (GDM). Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juli 2019 di 3 Puskesmas kota Yogyakarta yaitu Puskesmas Umbulharjo 1, Puskesmas Danurejan 1 dan Puskesmas Kotagede 1. Data penelitian dianalisis menggunakan Colaizzi.Hasil : hasil analisis didapatkan 4 tema yaitu pengalaman ibu dengan Gestational Diabetes Mellitus, pengetahuan tentang Gestational Diabetes Mellitus, kehamilan dengan Gestational Diabetes Mellitus dan postpartum dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus.Simpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pengetahuan ibu mengenai GDM masih kurang, kurangnya kesadaran ibu untuk melakukan kontrol gula darah masa nifas, kurangnya informasi yang diterima dari bidan, aktifitas fisik yang dilakukan hanya berupa olahraga ringan, KIE gizi hanya diperoleh dari ahli gizi, peran dukungan keluarga sangat membantu ibu dalam proses mobilisasi.
Copyrights © 2019