JURNAL TAPIS
Vol 13, No 2 (2013): Nomor 2 Tahun 2013, Edisi Juli

UJI METODE TAKHASHSHUS DALAM MENGHAFAL AL QUR’AN (Study Kasus pada Pondok Pesantren Putri Imadul Bilad ‘Aisyiyah Kota Metro)

Murcitaningrum, Suraya ( STAIN Metro)



Article Info

Publish Date
04 Nov 2014

Abstract

Pada hakikatnya al-Qur’an itu merupakan perbendaharaan yang besar untuk membudayakan manusia, terutama di bidang kerohanian. Ia pada umumnya merupakan kitap pendidikan kemasyarakatan, akhlak dan spiritual. Sehingga muncul kedamaian hati itu datang melalui dzikir dan membaca al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah: “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. Artinya, semakin tinggi frekuensi interaksi kita terhadap al-Qur’an, maka akan berimplikasi kepada  kedamaian dan mempermudah dalam menguatkan hafalannya. Semangat ini yang melandasi pondok pesantren putri Imaadul Billad ‘Aisyiyah kota Metro untuk terus berjuang keras dengan didampingi ibu Aisyiyah dan para ustad untuk menyelamatkan generasi dengan menghafal al-Qur’an. Hidup bersama al-Qur’an bahagia besama al-Qur’an. Untuk itu mulailah dari sekarang, jangan pernah menunda kesempatan emas karena ia tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.  Mulailah dengan niat dan komitmen tinggi untuk selalu hidup bersama  al-Qur’an.Keywords: Metode tkhashshus, menghafal, Al-Qur’an

Copyrights © 2013