Pada hakikatnya al-Qurâan itu merupakan perbendaharaan yang besar untuk membudayakan manusia, terutama di bidang kerohanian. Ia pada umumnya merupakan kitap pendidikan kemasyarakatan, akhlak dan spiritual. Sehingga muncul kedamaian hati itu datang melalui dzikir dan membaca al-Qurâan. Sebagaimana firman Allah: âIngatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenangâ. Artinya, semakin tinggi frekuensi interaksi kita terhadap al-Qurâan, maka akan berimplikasi kepada  kedamaian dan mempermudah dalam menguatkan hafalannya. Semangat ini yang melandasi pondok pesantren putri Imaadul Billad âAisyiyah kota Metro untuk terus berjuang keras dengan didampingi ibu Aisyiyah dan para ustad untuk menyelamatkan generasi dengan menghafal al-Qurâan. Hidup bersama al-Qurâan bahagia besama al-Qurâan. Untuk itu mulailah dari sekarang, jangan pernah menunda kesempatan emas karena ia tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Mulailah dengan niat dan komitmen tinggi untuk selalu hidup bersama al-Qurâan.Keywords: Metode tkhashshus, menghafal, Al-Qurâan
Copyrights © 2013