Penulisan ini mengungkapkan latar belakang pikiran Freire tentang pendidikan “kaum tertindas” dan bagaimana relevansi pemikiran Freire bagi pendidikan pada masa kini. Pendidikan terhadap masyarakat sangat penting untuk menyadarkan manusia atas persoalan penindasan yang menimpanya sehingga memiliki masa depan yang lebih baik. Orang yang berkesadaran kritis akan mampu melihat akar persoalan penindasan dengan objektif, yakni sistem dan struktur politik, ekonomi, sosial dan kultural masyarakat. Pokok pikiran Freire adalah seperti sebuah ’mata air’ yang muncul di tengah ’padang gurun’ dunia pendidikan di Indonesia. Gereja dan juga pemerintah harus memiliki kepekaan terhadap situasi ’carut marut’ dunia pendidikan di Indonesia berusaha memperbaikinya.. Penulis memberi rekomendasi kepada para pendidik untuk menyadari bahaya bentuk pendidikan “kaum tertindas” dan mengambil langkah membenahi pendidikan, khususnya di Indonesia.
Copyrights © 2021