Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam
Vol. 4 No. 1 (2022)

Pelanggaran Terhadap Pelaksanaan Masa ‘Iddah Ditinjau Dari Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes)

Alfiyatul Rizqiyah, Alfiyatul Rizqiyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2022

Abstract

Abstract The 'iddah period is a period of waiting for a wife who is left dead or separated from her husband, during this waiting period she is not allowed to leave the house, get a proposal and marry another man and is not allowed to wear jewelry and fragrances. The number of violations committed by women in Benda Village, Sirampog District, Brebes Regency against the provisions of the 'iddah period, they do not carry out their obligations during the 'iddah period, not only that they do not know, but there are economic factors in it that make them leave the obligation of 'iddah. This research is a field research (Field Research) with the methods of data collection, observation, interviews, data analysis and documentation. The nature of this research is descriptive-analytical analysis using empirical research, namely research that uses phenomena in social life and examines violations of the implementation of the 'iddah period from the perspective of Islamic Family Law in Benda Village, Sirampog District, Brebes Regency. Based on the research obtained, the researcher concludes that the main factor of violating the 'iddah period by women in Benda Village, Brebes Regency is the economic factor, if viewed from Islamic Family Law the 'iddah period is an obligation that must be carried out by a wife after separating from her husband, but it is an urgent situation and forces them to violate the 'iddah' rules Keywords: 'Iddah Period, Wife, Islamic Family Law Abstrak Masa ‘iddah ialah masa menunggunya seorang istri yang ditinggal mati maupun berpisah dengan suaminya, selama masa tunggu tersebut ia tidak diperkenankan untuk keluar rumah, mendapat pinangan dan menikah dengan laki-laki lain dan tidak boleh memakai perhiasan serta wewangian. Banyaknya pelanggaran yang dilakukan perempuan di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes terhadap ketentuan masa ‘iddah, tidak menjalankannya mereka terhadap kewajiban masa ‘iddah bukan semata-mata mereka tidak mengetahui, tetapi ada faktor ekonomi didalamnya yang membuat mereka meninggalkan kewajiban ber’iddah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, analisis data dan dokumentasi. Sifat penelitian ini adalah analisis deskriptif-analitis dengan menggunakan penelitian empiris yaitu penelitian yang menggunakan fenomena dalam hidup bermasyarakat dan mengkaji pelanggaran terhadap pelaksanaan masa ‘iddah ditinjau dari Perspektif Hukum Keluarga Islam di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Berdasarkan penelitian yang diperoleh, peneliti menyimpulkan faktor utama dari pelanggaran terhadap masa ‘iddah oleh perempuan Desa Benda Kecamatan Kabupaten Brebes ialah faktor ekonomi, jika ditinjau dari Hukum Keluarga Islam masa ‘iddah adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang istri setelah berpisah dari suaminya, tetapi memang keadaan yang mendesak dan memaksa mereka untuk melanggar adanya aturan ‘iddah tersebut. Kata kunci: Masa ‘Iddah, Istri, Hukum Keluarga Islam

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

khuluqiyya

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Nursing Public Health

Description

Jurnal Khuluqiyya diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2 sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang hukum dan studi Islam berupa hasil penelitian lapangan atau laboratorium maupun studi pustaka. Khuluqiyya secara etimologi berarti hukum-hukum yang berkenaan dengan akhlak. ...