Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Implan di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir

Medias Imroni (Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung)
Nur Alam Fajar (Bagian K3 dan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri)
Fatmalina Febry (Bagian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2010

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Indonesia pada tahun 2000 tercatat sebesar 1,49% dan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk tersebut maka pemerintah mengupayakan program Keluarga Berencana (KB). Salah satu kebijakan dari program KB ialah meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang lebih efektif, efisien, dan berjangka waktu panjang. Implan merupakan jenis kontrasepsi yang sangat efektif dengan tingkat efektivitas 97-99% dengan jangka waktu pemakaian lima tahun. Meskipun efektivitas implant sangat tinggi tapi penggunaannya masih cukup rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi (implan) di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.Metode : Penelitian ini merupakan survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Dimana variabel independen dan dependen diobservasi sekaligus pada saat bersamaan. Data dikumpulkan menggunakan data sekunder dan alat bantu kuesioner berupa data primer. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu akseptor KB di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara yaitu sebanyak 87 orang.Hasil penelitian : Didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan implan adalah sikap ibu mengenai implan (X2 0,03) dan peran suami mengenai implan (X2 0,03). Sedangkan variabel tingkat pendidikan, pengetahuan tentang implan, dan pelayanan konseling KB tidak berhubungan dengan penggunaan implan.Kesimpulan : Diharapkan bagi pasangan usia subur meminta penjelasan lebih lanjut kepada petugas kesehatan pada saat pelayanan konseling berlangsung. Bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkanya pelaksanaan penyuluhan tentang KB dan meningkatkan kinerja para PLKB dalam memberikan penjelasan tentang isu-isu kontroversial yang berkembang di masyarakat terhadap efek samping yang ditimbulkan dari pemakaian alat kontrasepsi terutama implan.Kata kunci : Penggunaan implan, akseptor KB

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

jikm

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as ...