Claim Missing Document
Check
Articles

Positive body image affect body mass index among high school Widya Lionita; Fatmalina Febry; Yeni Anna Appulembang; Rini Angraini
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 8 ISSUE 3, 2020
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2020.8(3).118-123

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Remaja putri berisiko untuk mengalami kekurangan energi kronik yang dikaitkan dengan pemahaman konsep diri. Perubahan fisik pada remaja, khususnya berat dan tinggi badan, cenderung diartikan negatif sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi status gizi remaja putri pada fase kehidupan selanjutnya.Tujuan: Penelitian bertujuan menggambarkan persepsi citra tubuh dan indeks massa tubuh (IMT) serta menganalisis hubungan antara dua variabel tersebut.Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang. Responden merupakan pelajar kelas X dan XI dari 4 sekolah di kota Palembang dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran IMT. Data dianalisis dengan uji chi-square dari aplikasi SPSS.Hasil: Responden berjumlah 138 orang dan berumur 13 – 17 tahun. Lebih dari 50 persen responden memiliki IMT tidak normal (IMT kurang dan berlebih). Tetapi, Sebagian besar mempersepsikan citra tubuhnya secara positif (54,35%). Persepsi citra tubuh yang negatif lebih banyak dimiliki oleh responden yang memiliki IMT pada kategori normal. Analisis bivariat membuktikan ada hubungan yang signifikan antara persepsi citra tubuh dan IMT (p=0,046). Semakin negatif persepsi remaja putri tentang citra tubuh yang dimilikinya, maka semakin besar kemungkinan IMT-nya tergolong tidak normal.Kesimpulan: Citra tubuh yang positif dapat mempengaruhi status gizi remaja putri, khususnya IMT. Sebuah intervensi psikologi dan promosi kesehatan diperlukan untuk memfasilitasi remaja putri mengenali diri sendiri serta diberikan kemampuan untuk memilih asupan gizi yang baik bagi kesehatannya. KATAKUNCI: citra tubuh; indeks massa tubuh; persepsi; remaja putri; sekolah menengah atas ABSTRACTBackground: Female adolescents have a risk on experiencing chronic deficiency of energy linked with understanding of self-concept. Adolescent’ physical changes, especially weight and height, tend to be perceived negatively, so it is worried that they could affect the nutritional status of them in the next phase of life.Objectives: This study aims to describe the perception of body image and Body Mass index (BMI) and to analyze the relationship between the two variables.Methods: This study used a cross-sectional design. Respondents were students of first and second grade of four senior high schools in Palembang and were selected by purposive sampling techniques. Data were collected using questionnaires and BMI measurements. Data were analyzed using the chi-square test of SPPS application.Results: Number of respondents was 138 high school girls aged 13 – 17 years. More than 50 percent of respondents have abnormal BMI (underweight and overweight). However, most of them perceived their body image positively (54.35%). The perception of negative body image is mostly owned by respondents with normal BMI. Bivariate analysis proved that there was a significant relationship between perceived body image and BMI (p=0.046) The more negative girl’s perception of her body image, the more likely her BMI is classified as abnormal.Conclusions: A positive body image can affect the nutritional status of female adolescents, especially BMI. A psychological intervention and health promotion is needed to facilitate them to identify themselves and be given the ability to choose nutrition intake that is good for their health.KEYWORDS: body image; body mass index; girl; high school; perception
PEMANFAATAN TEPUNG TULANG IKAN GABUS (Channa striata) DALAM PEMBUATAN SEMPOL DAGING IKAN GABUS SEBAGAI SUMBER KALSIUM Diah Ayu Cahyaningtyas; Indah Yuliana; Rostika Flora; Desri Maulina Sari; Fatmalina Febry
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2022
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i2.5705

Abstract

Latar belakang. Sumber kalsium dapat diperoleh dari ikan, terutama tulangnya. Pemanfaatan tepung tulang ikan gabus dalam pembuatan sempol merupakan salah satu alternatif pangan sumber kalsium. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter sensorik dari formulasi sempol dan menganalisis kandungan kalsium pada formulasi sempol daging ikan gabus dengan substitusi tepung tulang ikan gabus yang terpilih dan sempol kontrol. Metode. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan tepung tulang ikan gabus pada bahan pembuatan sempol, yaitu 0%, 25%, 37,5% dan 50%. Hasil. Hasil uji organoleptik oleh panelis semi terlatih sebanyak 30 orang menunjukkan bahwa perlakuan F1, yaitu sempol dengan penambahan tepung tulang ikan gabus sebanyak 25 persen merupakan perlakuan sempol terbaik. Analisis data organoleptik menggunakan uji Kruskall Wallis dan uji lanjut Mann Whitney sedangkan untuk uji data laboratorium menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan gabus pada pembuatan sempol dapat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter organoleptik, yaitu tekstur, tetapi warna, rasa, dan aroma tidak berpengaruh nyata. Sempol kontrol (F0) memiliki kandungan kadar air 55,08 persen, kadar abu 1,78 persen, protein 13,11 persen, lemak 1,82 persen, karbohidrat 28,2 persen, energi 181,64 kkal, dan kalsium 149,03 mg/g. Sedangkan, sempol terpilih (F1) memiliki kandungan kadar air 50,73 persen, kadar abu 5,17 persen, protein 13,89 persen, lemak 2,78 persen, karbohidrat 27,43 persen, energi 190,3 kkal, dan kalsium 1207,21 mg/g. Kesimpulan. Kandungan gizi sempol terpilih (F1) mengalami peningkatan terutama pada kalsium dan apabila anak-anak mengonsumsi 3 sempol F1 untuk cemilan makan, akan mencukupi 5 persen dari AKG anak-anak.
KADAR PROTEIN DAN KALSIUM PADA COOKIES HATI SAPI DAN TEPUNG KACANG MERAH Nadia Purnama Sari; Rostika Flora; Fatmalina Febry
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1320

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu masalah gizi yang dihadapi di Indonesia pada saat ini adalah KEK (Kekurangan Energi Kronis). Kekurangan energi protein (KEK) dapat disebabkan karena meningkatnya kebutuhan gizi pada saat kehamilan serta adanya ketidakseimbangan asupan gizi (energi dan protein) sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukup mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik dan mental tidak sempurna. Cookies adalah makanan yang mengenyangkan, memiliki daya simpan relative panjang, dapat dicetak dalam bentuk yang disukai dan berukuran kecil. Hati sapi dan kacang merah merupakan sumber bahan pangan nabati dan hewani yang memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam pembuatan makanan camilan sebagai upaya penanggulangan masalah KEK pada ibu hamil. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium pada cookies hati sapi dan tepung kacang merah formula terpilihMetode: Penelitian ini adalah penelitian desain eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan tepung hati sapi dan tepung kacang merah pada pembuatan cookies. Hasil uji organoleptik oleh panelis semi terlatih sebanyak 25 orang. Uji statistik dari organoleptik menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan uji kruskall wallis sedangkan untuk uji data laboratorium (analisis kimia) tidak dilakukan uji statistik karena hanya dipilih berdasarkan perlakuan terpilih.Hasil: Pada Perlakuan F2 adalah perlakuan terpilih dari cookies dengan penambahan hati sapi dan tepung kacang. Uji organoleptik pada perlakukan F2 diperoleh hasil dengan persentase warna sebesar 4,12%, aroma sebesar 3,95%, tekstur sebesar 3,96% dan rasa sebesar 3,72% Formulasi F2 ini memiliki kandungan protein yang tinggi sebesar 10,3% dan kalsium sebesar 143 mg/100 g .Kesimpulan: Pada uji organoleptic yang telah dilakukan formulasi yang terpilih adalah cookies dengn formulasi F2 (75% tepung terigu : 10 % tepung hati sapi dan 15% tepung kacang merah). Cookies dengan formulasi terpilih F2 memiliki kandungan protein sebesar 10,3% sedangkan kandungan kalsium pada cookies terpilih sebesar 143 mg/100 gr
Demo Masak dan Lomba Masak Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu Melati, Plaju, Kota Palembang Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.743

Abstract

Tumbuh kembang bayi merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena masih dalam periode 1000 hari pertama kehidupan. Tumbuh kembang bayi yang optimal dapat mencegah terjadinya stunting. Namun, terdapat fase kritis bayi beresiko terjadi kekurangan gizi, yaitu pada usia 6-12 bulan. Pada fase ini bayi mulai diajarkan untuk mengkonsumsi makanan secara bertahap. Oleh karena itu pengetahuan tentang bahan pangan dan cara pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sangatlah penting untuk diketahui. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan mengusung tema MP-ASI dengan memperlihatkan secara langsung bagaimana pengolahan MP-ASI yang bergizi melalui demo masak. Demo dan lomba masak MP-ASI merupakan metode yang dilakukan untuk meningkatkan antusias para ibu dalam belajar menghidangkan MP-ASI yang bergizi. Selain itu, buku resep MP-ASI juga disusun dan dibagikan sebagai panduan sehari-hari bagi para ibu atau pengasuh. Buku resep MP-ASI ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi para Ibu agar selalu memasak MP-ASI yang bergizi untuk bayinya. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini telah berpartisipasi dalam pencegahan stunting di Indonesia.
Mahasiswa Peduli Stunting melalui Pendampingan Kegiatan Posyandu di Desa Pedamaran 1, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Muhammad Nizar; Delia Yusfarani; S Sa’udah; Icha Damayanti; M Misnaniarti; Fatmalina Febry; Windi Indah Fajar Ningsih; Muhammad Amin Arigo Saci; Y Yeni; Laura Dwi Pratiwi
Jurnal TUNAS Vol 4, No 2 (2023): Edisi April
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jtunas.v4i2.95

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive and develops in children aged 0-59 months. Those whose length or height does not match their age due to chronic malnutrition and recurrent infections. One of the efforts made to prevent stunting in children aged 0-59 months is to disseminate information and education to parents of toddlers and pregnant women through posyandu. The purpose of this posyandu assistance is to identify the efforts of posyandu cadres in preventing stunting. The target population in this assistance were Posyandu Mawar 1, Mawar 2, Mawar 3, Mawar 4, and Mawar 5, 25 posyandu cadres, 1 village midwife, and posyandu visitors in Pedamaran I Village, Pedamaran District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra. The method used is PAR (Participatory Action Research) with qualitative descriptive analysis. It was carried out in several stages, namely observation, interviews, and household surveys. The result of this implementation is from posyandu assistance in preventing stunting posyandu cadres with village midwives carrying out various forms of activities besides measuring and weighing children's weight, socialize and education are also carried out for mothers who have children under five 0-59 months and pregnant women to recognize stunting and follow up on toddlers who are recorded as stunting.
Alih Teknologi Produk Penyedap Rasa Berbasis Sumberdaya Lokal: Pemberdayaan Ibu-Ibu Usia Produktif di Desa Nelayan Fauziyah Fauziyah; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Fitri Agustriani; Rozirwan Rozirwan; Fatmalina Febry
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.4502

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan tentang produk tepung udang berbasis sumber daya lokal sebagai alternatif penyedap rasa. Sasarannya adalah ibu-ibu usia produktif dengan anak usia prasekolah di Desa Sungsang IV. Metode sosialisasi, praktik langsung, pre-test, post-test, dan tes organoleptik diterapkan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih menggunakan perasa sintetis (86%) dan belum mengetahui produk alternatif pengganti perasa sintetis (80%). Semua peserta tertarik untuk mencoba dan menggunakan produk tepung udang ini. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa ibu-ibu menyukai produk tepung udang ini (51% sangat menyukai dan 49% menyukai) sebagai alternatif penyedap rasa. 
Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dalam Membaca Label Informasi Nilai Gizi Menggunakan Media Booklet Digital Indah Yuliana; Indah Purnama Sari; Fatmalina Febry
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 3 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i3.16370

Abstract

Kurangnya perhatian masyarakat dalam membaca label informasi nilai gizi pada produk kemasan dapat berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya terjadi pada kalangan mahasiswa. Mahasiswa dapat membaca label informasi nilai gizi agar tidak mengkonsumsi suatu zat gizi tertentu secara berlebihan, yang mana bisa berdampak pada kelebihan gizi atau malah kekurangan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membaca label informasi nilai gizi dengan menggunakan booklet digital. Kegiatan ini dilakukan pada mahasiswa yang berjumlah 31 orang dengan menggunakan media zoom cloud meeting dan e-booklet.  Secara umum, edukasi dan praktek membaca label informasi nilai gizi dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan peserta saat dilakukan pre-test dan post-test serta kemampuan mengerjakan contoh kasus pada saat evaluasi tambahan. Dari hasil kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan membaca label informasi nilai gizi ini dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pengaturan pola makan.
Upaya Pencegahan Stunting dengan Edukasi Gizi di Kampung Pangan Inovatif Posyandu Melati Deswita Plaju Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani; Siti Rachmi Indahsari; Ahmad Adi Suhendra; Rully Mufarika
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10978

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem caused by insufficient food intake for a long time. Routine exclusive breastfeeding for 6 months and followed by the provision of nutritious weaning foods is one of the efforts to prevent stunting. Purpose: community service activities are to provide knowledge about the risk factors and causes of stunting, provide knowledge about the potential of tempeh as a potential food to prevent stunting, provide knowledge and skills on how to make weaning food. Method: this activity is a collaboration between TJSL PT KILANG PERTAMINA INTERNATIONAL RU III and the Faculty of Public Health, Sriwijaya University. Participants consisted of cadres and mothers of toddlers at Melati Deswita Plaju integrated health care. The activities carried out were counseling on preventing stunting, counseling on potential food tempeh preventing stunting, story telling, let's eat tempeh. Result: as many as 85% of respondents have good knowledge after being given counseling related to stunting. Conclusion: there is an increase in knowledge where the percentage of respondents who have a good category increases after the extension activities are carried out.   Keywords: stunting, tempeh, toddlers, weaning foods, integrated health care
KARAKTERISTIK SPASIAL DAERAH PENENTU TERJADINYA STUNTING DI SUMATERA SELATAN : Karakteristik Spasial Daerah Penentu Terjadinya Stunting di Sumatera Selatan Ahmad Sadiq; Susyani Susyani; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Sartono Sartono; Indah Margarethy; Tanwirotun Ni’mah
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i4.2023.569-575

Abstract

Background: The prevalence of stunting in Indonesia is 24.4%. The determinants of stunting are family, household, inadequate nutritional intake, exclusive breastfeeding, infectious diseases and social factors. Stunting has an impact on cognitive development, chronic disease, mental retardation and obesity. Objectives: To identify the determinants of stunting at the district/city level in South Sumatra. Methods: Cross-sectional study design. The number of samples is 2,272 respondents. Data on stunting under-fives in 17 regencies/cities comes from Riskesdas 2018. Regency/city characteristic variables include swamp areas, malaria endemic, gross domestic product (LPDB), population growth rate (LPP) and the Public Health Development Index (IPKM). Data analysis was carried out using univariate, bivariate with chi-square, and identifying the most influential factors with multivariate analysis. Results: The number of respondents is 2,272 toddlers; the prevalence of stunting is 31.2%. 52.5% of Regencies/cities in South Sumatra are swamp areas. The significant characteristic variable with stunting is the type of swamp area p=0.001 PR=1.230 (1.088-1.390 95% CI). The multivariate result of the variable that has the greatest influence on the incidence of stunting is the swamp area variable p = 0.000. Results; PR 1.469 (95% CI 1.208-1.788). Regencies with non-swamp type areas had a 1.469 times higher risk of having stunting toddlers compared to swampy area type. Conclusions: The prevalence of stunting is 31.2%. A significant variable with the occurrence of stunting wass the condition of the swamp area, p=0.001, OR = 1.230 (1.088-1.390). The multivariate results of the most dominant factor were swamp areas PR value: 1.469, Regencies with non-swamp type areas had a 1.469 times higher risk of having stunting toddlers compared to swampy area type regencies after control with API, IPKM and LPP variables (95% CI: 1.208 - 1.788).
Upaya Pencegahan Stunting dengan Edukasi Gizi di Kampung Pangan Inovatif Posyandu Melati Deswita Plaju Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani; Siti Rachmi Indahsari; Ahmad Adi Suhendra; Rully Mufarika
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10978

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem caused by insufficient food intake for a long time. Routine exclusive breastfeeding for 6 months and followed by the provision of nutritious weaning foods is one of the efforts to prevent stunting. Purpose: community service activities are to provide knowledge about the risk factors and causes of stunting, provide knowledge about the potential of tempeh as a potential food to prevent stunting, provide knowledge and skills on how to make weaning food. Method: this activity is a collaboration between TJSL PT KILANG PERTAMINA INTERNATIONAL RU III and the Faculty of Public Health, Sriwijaya University. Participants consisted of cadres and mothers of toddlers at Melati Deswita Plaju integrated health care. The activities carried out were counseling on preventing stunting, counseling on potential food tempeh preventing stunting, story telling, let's eat tempeh. Result: as many as 85% of respondents have good knowledge after being given counseling related to stunting. Conclusion: there is an increase in knowledge where the percentage of respondents who have a good category increases after the extension activities are carried out.   Keywords: stunting, tempeh, toddlers, weaning foods, integrated health care
Co-Authors Ahjah, Nur Fadhilah Ahmad Adi Suhendra Ahmad Sadiq Anita Camelia Anita Rahmiwati Appulembang, Yeni Anna Aprilia Arieska Fajri K Arisanti arisanti, maya Asmaripa Ainy Ayun, Ayatussholikhah Qurrota Bingsih, Windi Indah Fajar Cristi Andika Cristi Andika, Cristi Cucu Suherna Cucu Suherna Delia Yusfarani Des Mery Des Mery, Des Desi Winda Wati Desi Winda Wati, Desi Winda Desri Maulina Sari Dewi Handayani DEWI SARTIKA Dewi Sartika Diah Ayu Cahyaningtyas Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Inda Sari, Dwi Inda Ellis Sepianessi Elvi Sunarsih Emalia Emalia Emalia Fajar Ningsih, Windi Indah Fajri, Aprilia Arieska Fatria Harwanto Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febria Agustina Felly Happy Hardini Felly Happy Hardini, Felly Happy Fenny Etrawati Fitri Agustriani Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitriani Fontani, Bernardin Dwi Hanim, Nazly Hapzi Ali Hardianti Herpandi . Icha Damayanti Iis Susanti Iis Susanti, Iis Inda Karyani Inda Karyani, Inda Indah Margarethy Indah Purnama Sari Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Iwan Setia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Laili Yosi AS Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Laura Dwi Pratiwi Lionita, Widya M Misnaniarti Maretalinia, Maretalinia Maria Fatrin Maria Fatrin, Maria Maulina Sari, Desri Medias Imroni Medias Imroni Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Nizar Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Nadia Purnama Sari Nazly Hanim Nazly Hanim Nazly Hanim, Nazly Ningsih, Ellis Nurjuliasti Ningsih, Windi Indah Fajar Novitasari Novitasari Novitasari Novitasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurleka Yulastri Nurleka Yulastri, Nurleka Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Putri Sabila, Virgina Rafiqy, Muhammad Ramdika, Sari Bema Rindit Pambayun Rindit Pambayun Rini Anggraini, Rini Rini Angraini Rini Mutahar Rismawati Rismawati Rismawati Rizki Nurmaliani Rizki Nurmaliani, Rizki Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozirwan . Rully Mufarika S Sa’udah Salsabila, Indah Listari Salsabila, Salsabila Sari Bema Ramdika Sariana Sariana Sariana, Sariana Sartono Sartono Sepianessi, Ellis Siti Rachmi Indahsari Suci Destriatania Suci Destriatania Susyani Susyani Sutrisni Sutrisni Sutrisni Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Tanwirotun Ni’mah Usi Lanita Virlita Virlita Virlita, Virlita Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Y Yeni Yeni Yeni Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Zulkarnain, Mohammad