Fokus artikel ini membahas tentang faktor penghambat dalam pendidikan karakter. Pemangku kebijakan sebenarnya sudah membuat regulasi yang tercantum dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003. Namun, masih banyak kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter sehingga perlu diuraikan faktor penghambat apa saja. Peneliti menggunakan metode Library Research atau studi kepustakaan terkait topik yang dibahas, sumber bacaan berasal dari buku, artikel penelitian terdahulu, adapun tambahan informasi didapatkan dari pengalaman dan informasi dari pakar pendidikan karakter. Hasil kristalisasi pemikiran peneliti, setidaknya ada lima elemen yang menjadi kritik dan harus menjadi evaluasi ke depannya. Diantaranya adalah kesalahan peran orang tua dalam mendidik, kesalahan peran sekolah dalam mendidik, peran masyarakat yang belum memahami tanggung jawabnya, peran media yang mempertontonkan hal negatif dan kondisi terkini dengan kebiasaan baru yang mempengaruhi psikologis siswa. Lima elemen tadi jika memberikan peran negatif dari masing-masing tentu akan semakin membuat pendidikan karakter sulit tertanam dalam diri siswa. Kurangnya intervensi dan adanya habituasi ke arah negatif, akan memberikan dampak buruk bagi karakter siswa (bad character). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah proses intervensi dan habituasi secara continue, terintegrasi dan sadar. Setiap elemen harus bisa memberikan intervensi dan habituasi yang mengarah pada kebaikan dan penguatan karakter secara continue, terintegrasi dan sadar.
Copyrights © 2021