Air bersih yang ada di Wilayah Bansir Darat Pontianak Tenggara, memerlukan informasi berkaitan dengan kandungan kalsium dari sumur-sumur yang dimiliki, karena dampak jika terlalu banyak mengkonsumsi air yang banyak mengandung kalsium berakibat terjadi penyakit batu ginjal. Penentuan kandungan kalsium berdasarkan pada pembentukan senyawa kompleks berwarna antara kalsium dan metil petaline (C20H26NO3) yang dapat menyerap sinar tampak secara maksimal pada warna merah muda dengan panjang gelombang 507 nm. Ion Ca2+ ditentukan menggunakan persamaan Lambert Beer yang diukur menggunakan Spektrofotometer. Hasil analisis dari empat titik sampel yang mewakili wilayah studi memiliki kandungan kalsium yang bervariasi yang sangat bergantung pada kedalaman, Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman sumur di wilayah Bansir Darat Pontianak Tenggara menghasilkan perbedaan kandungan kalsium. Untuk sumur dangkal 3 m memiliki kandungan 29,3 mg/L, sedangkan sumur dengan kedalaman 22 m mengunjukan hasil kandungan kalsium 174,2 mg/L. Semakin dalam sumur dari permukaan tanah memiliki kandungan kalsiumnya yang lebih tinggi daripada sumur yang dangkal.
Copyrights © 2021