Sebagai daerah endemik malaria, program pemberantasan malaria sudah lama dilakukan dan dikenal masyarakat Banjarnegara. Malaria menimbulkan keresahan masyarakat. Usaha peningkatan kesehatan masih dihadapkan pada permasalahan mengapa program pemberantasan malaria belum berhasil. Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan lokal tentang penyakit dan sakit malaria. Penelitian dilakukan di Desa Beji Kecamatan Banjarmangu Banjarnegara. Data diperoleh dari 25 informan dan 6 informan kunci. Pengumpulan data penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode partisipasi observasi, wawancara mendalam dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit dan sakit malaria tidak hanya dipahami sebagai masalah fisiologis namun terkait pula dengan keadaan masyarakat beserta kebudayaannya. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan pandangan tentang penyebab malaria antara pembawa program dan masyarakat. Bagi pembawa program, kejadian malaria berkaitan dengan etiologi naturalistik. Bagi masyarakat berkaitan dengan penyebab atau etiologi naturalistik dan personalistik. Kehadiran program pemberantasan malaria terbukti belum sepenuhnya mampu menggeser pengetahuan lokal masyarakat dalam memahami penyakit dan sakit malaria. Oleh karena itu, pembawa program perlu menyelenggarakan penyuluhan berkelanjutan tentang malaria dengan mempertimbangkan pengetahuan lokal masyarakat.
Copyrights © 2016