p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Medsains
Barni
Politeknik Banjarnegara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN PENGETAHUAN PADA PENDERITA SKABIES DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS MANDIRAJA 1 TAHUN 2024 Barni; Revi Anggraningsih
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 10 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Medsains
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih banyak terjadi di Indonesia dengan prevalensi 3,9%-6% di tahun 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran faktor risiko lingkungan dan pengetahuan pada penderita skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiraja 1 tahun 2024. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penderita skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiraja 1 yang pernah memeriksakan diri ke Puskesmas dalam periode bulan Januari hingga Maret 2024. Teknik pengambilan sampel dengan sampel random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari kuesioner dan observasi lapangan serta data sekunder dari Puskesmas Mandiraja 1. Analisis data dilakukan dengan cara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan air bersih seluruhnya memenuhi syarat (100%), sarana kamar mandi memenuhi syarat (58,5%), sarana pembuangan tinja memenuhi syarat (53,7%), sarana pembuangan air limbah sebagian besar memenuhi syarat (75,6%), sarana pembuangan sampah sebagian besar tidak memenuhi syarat (85,4%), sarana tempat cuci tangan pakai sabun sebagian besar tidak memenuhi syarat (87,8%), luas ventilasi sebagian besar memenuhi syarat (80,5%), dan pengetahuan responden sebagian besar baik (92,7%). Kesimpulan dari penelitian adalah masih ada beberapa faktor risiko lingkugan yang belum memenuhi syarat meskipun pengetahuan responden sebagian besar sudah masuk kategori baik. Pihak layanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengawasan lingkungan secara lebih intensif agar faktor risiko tersebut terkendali.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA PETUGAS BONGKAR IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP TAHUN 2025 Barni; Devi Rahma Wati; Joko Malis Sunarno
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 11 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Medsains
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas bongkar muat ikan di pelabuhan termasuk di Pelabuhan Perikanan Cilacap melibatkan interaksi antara alat berat, manusia dan lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri menjadi salah satu langkah preventif yang harus diterapkan untuk melindungi pekerja dari bahaya fisik dan menjaga mutu hasil tangkapan ikan agar higienis dan berkualitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri bagi petugas bongkar muat dengan menggali aspek pengetahuan, sikap dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas bongkar ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas bongkar ikan sebanyak 80 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (56,3%), sikap cukup (55,0%), dan perilaku penggunaan APD dalam kategori cukup (50,0%). Meskipun tingkat pengetahuan tergolong tinggi, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan praktik penggunaan APD. Ketidaknyamanan dan anggapan pemborosan menjadi alasan utama. Penelitian menyimpulkan perlunya penguatan pelatihan, pengawasan, dan penyediaan  Alat Pelindung Diri yang sesuai untuk meningkatkan keselamatan kerja.