Air merupakan kebutuhan pokok manusia sehari-hari, sehingga dapat dikatakan manusia tidak dapat hidup tanpa air. Air yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan berupa penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu persyaratan fisik air yang sehat adalah tidak keruh. Kekeruhan yang tinggi akan melindungi mikroorganisme dari pengaruh desinfeksi, mendorong pertumbuhan bakteri dan menaikkan kebutuhan klor. Kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan pada air bersih adalah 5 NTU. Banyak cara dan metode yang digunakan pada pengolahan air agar diperoleh air bersih yaitu dengan cara menambahkan adsorben yang berfungsi untuk menurunkan beberapa kadar parameter air. Beberapa adsorben yang biasa digunakan adalah zeolit, tongkol jagung, tanah diatome, pasir dan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas karbon aktif tempurung kelapa, zeolit dan pasir aktif dalam menurunkan kekeruhan air. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan “Pretest-Postest with Control Group”. Kadar kekeruhan air diukur sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing filter sebanyak 50 gram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kekeruhan air dengan menggunakan karbon aktif sebesar 37,2%, zeolit 29,76% dan pasir aktif 88,28%. Penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan filtrasi melalui pasir aktif yaitu rata-rata 8,19 NTU. Hasil uji statistik menggunakan Kruskal Wallis diperoleh nilai p sebesar 0,009 (p ≤ α) sehingga ada perbedaan yang signifikan antara bahan filter (karbon aktif tempurung kelapa, zeolit dan pasir aktif) dalam menurunkan kekeruhan air. Pasir aktif merupakan filter yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kekeruhan.
Copyrights © 2017