Pembangunan kesehatan di Indonesia masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal yang ditandai dengan tingginya AKI dan AKB. Kematian ibu dan bayi baru lahir tergantung dari kecepatan dan ketepatan tindakan pada saat kegawatdaruratan terjadi. Puskesmas PONED adalah salah satu jawaban untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kebidanan dan bayi baru lahir untuk mencegah komplikasi dan mendapatkan pelayanan pertama saat terjadi kegawatdaruratan dengan persyaratan pelayanan yang diberikan memenuhi standar pelayanan yang adekuat.Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu s/d 32 minggu (menjelang persalinan) dengan jumlah peserta maksimal 10 orang.Tujuan penelitianini untuk mengetahui monitoring dan evaluasi pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas PONED wilayah kerja Kabupaten Banjarnegara. Hal yang dimotoring dan evaluasi antara lain tim penanggungjawab, pelaksanaan, out put pelaksanaan dan out come/effect. Hasil penelitian dilihat dari out come/effectnya bahwa di 11 puskesmas (85%) semuanya (100%) ibu hamil peserta kelas ibu hamil yang memilih pertolongan persalinan ke tenaga kesehatan baik di puskesmas, klinik bersalin ataupun RS. Terdapat 2 puskesmas (15%) yang belum semua (98,9% dan 97,2%) ibu hamil peserta kelas ibu hamil yang memilih pertolongan persalinan ke tenaga kesehatan baik di puskesmas, klinik bersalin ataupun RS dan semua puskesmas (100%) menyelenggarakan kelas ibu hamil, kelas ibu menyusui dan kelas ibu balita.
Copyrights © 2017