Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2010 menyatakan bahwa partisipasi pria dalam KB sebagai akseptor hanya 4,4%. BKKBN Provinsi Gorontalo tahun 2012 menyatatakan bahwa partisipasi suami dalam KB sebagai akseptor hanya 97 peserta dari 143,700 jiwa PUS, dan di Kabupaten Gorontalo Utara partisipasi pria dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi hanya ada 42 peserta di tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode penelitian survey. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling dengan besar sampel adalah 165 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap partisipasi suami dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi (p-value 0,001), dengan partisipasi pria dalam KB. Ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap partisipasi suami dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi (p-value 0,035), Ada hubungan yang signifikan antara akses pelayanan terhadap partisipasi suami dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi (p-value 0,011). dari ketiga variabel yang diteliti, ketiga variabel tersebut berhubungan dengan partisipasi suami dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi. Adapun ketiga variabel yaitu faktor pengetahuan, faktor sikap dan faktor akses pelayanan.
Copyrights © 2021