Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah salah satu indikator untuk melihat perbandingan jumlah orang yang menganggur terhadap total angkatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan dan mengidentifikasi pengaruh faktor yang diteliti terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara pada periode 2017-2019. Untuk memodelkan dan mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka digunakan regresi data panel. Model regresi data panel yang terpilih dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model dimana modelnya adalah Y = 4, 693 − 0, 614D2i + 0, 08193D3i − 4, 971D4i − 0, 2836D5i − 0, 693D6i − 6, 352D7i − 5, 04D8i − 0, 7396D9i + 0, 2363D10i − 1, 317D11i − 2, 022D12i − 0, 5187D13i +2, 340D14i − 5, 001D15i − 5, 506D16i − 3, 963D17i − 3, 964D18i − 2, 43D19i − 3, 323D20i − 2, 02D21i − 6, 367D22i + 3, 85D23i − 5, 175D24i − 1, 142D25i + 1, 895D26i − 1, 31D27i − 0, 2485D28i − 1, 08D29i +0, 8925D30i − 5, 206D31i +2, 134D32i − 4, 975D33i + 0, 0274X3 −0.000000319X5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka partisipasi kasar SMA (APK) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 0,0274 dan upah minimum Kota/Kabupaten (UMK) memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Copyrights © 2022