Perkembangan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan bagi orang tua dalam mendidikan anaknya. Orangtua saat ini tengah menghadapi tantangan yang berbeda dengan pengalaman hidupnya di masa lalu. Oleh karena itu mencari inspirasi baru dalam dunia parenting perlu terus dilakukan. Di antaranya adalah dengan menggali konsep pendidikan anak dalam al-Qur’an, yang disebut dengan Qur’anic Parenting. Penelitian ini mengangkat sosok istri Imran sebagai figur yang dapat diteladani setiap ibu. Darinya terlahir seorang wanita mulia yang bernama Maryam dan Nabi Isa sebagai cucunya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis deskriptif terhadap Surat Ali Imran ayat 35-37 yang direlevansikan dengan kondisi saat ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya tiga tahap parenting yang dilakukan oleh Istri Imran; masa pranatal, masa kelahiran anak, dan masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa pranatal, seorang ibu hendaknya memiliki cita-cita yang mulia untuk anaknya, mengharapkan anak yang tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif pada masanya dan berdoa kepada Allah. Pada saat melahirkan, hendaknya seorang ibu berbaik sangka kepada Allah, memiliki komitmen kuat terkait cita-citanya atas kehadiran sang anak, memberikan nama terbaik dan berdoa kepada Allah. Pada tahap ketiga, hendaknya seorang ibu memilihkan guru terbaik dan lingkungan yang kondusif agar anaknya dapat berkembang secara baik.
Copyrights © 2021