Jurnal Batarirupa : Jurnal Pendidikan Seni
Vol. 1 No. 2 (2021): Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni

EKSISTENSI TARI BARIS SUMBU DI DESA ADAT SEMANIK DESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG




Article Info

Publish Date
29 Oct 2021

Abstract

Keanekaragaman kebudayaan bangsa Indonesia menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang di kenal akan keanekaragaman adat istiadat dan kepercayaan selain dikenal pula sebagai salah satu negara kepulauan yang ada di belahan bumi.. Di Indonesia terdapat berbagai jenis tradisi kebudayaan yang masing-masing memiliki karakteristik atau ciri-ciri sesuai dengan identitasnya masing-masing. Hal ini menjadikan Indonesia di kenal oleh kalangan Internasional karena ragam budayanya. dalam setiap tradisi kebudayaan yang dimiliki masing masing daerah yang ada di indonesia tidak bisa terlepas dari ajaran agama atau kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya meskipun sesungguhnya antara agama dan kebudayaan itu berbeda. Namun di dalam praktiknya antara agama dan kebudayaan berjalan seirama sehingga sulit di bedakan di karenakan setiap prosesi keagamaan selalu di laksanakan dengan cara tradisi budaya setempat Dilihat dari kegunaanya atau fungsi tari-tarian di Bali dapat di klasifikasikan menjadi tiga (3) yaitu: 1. Seni Tari Wali (sakral, religius dance) adalah suatu seni yang dilaksanakan pada saat berlangsungnya upacara keagamaan. 2. Seni tari bebali (ceremonial dance). Adalah tarian yang digunakan sebagai pengiring suatu upacara yadnya .3. Seni Balih-Balihan (secular dance). Tari Baris Sumbu merupakan tari wali dalam kaitannya dengan Upacara Neduh di Desa Adat semanik, Desa Pelaga kecamatan Petang. Tarian ini harus di pentaskan pada saat Upacara Neduh karena merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian Upacara Neduh. Menurut penututuran masyarakat setempat Tari Baris Sumbu ini sudah diwarisi oleh masyarakat secara turun-temurun dari para leluhurnya. Dengan keyakinan yang dimiliki masyarakat berusaha mempertahankannya serta berupaya mewariskannya kepada generasi selanjutnya. Baris Sumbu adalah bagian yang tak terpisahkan dari ritual lainnya, seperti pelaksanaan upacara panca yadnya lainnya. Sepengetahuan saya yang terbatas ini bahwa setiap yadnya pastilah melibatkan kelima jenis yadnya yang disebut dengan istilah panca yadnya. Hanya saja terdapat penekanannya secara spesifik terhadap masing-masing yadnya dimaksud. Setiap yadnya selalu melibatkan dewa, rsi, manusia, pitra, dan bhuta yadnya. Jika diperhatikan alat-alat yang digunakan dalam Tari Baris Sumbu seperti tipat,bantal, blayag dan sumbu dengan pemaknaan bahwa tipat adalah simbol pradhana, bantal dan blayag adalah simbol purusa, maka secara keseluruhan pementasan Tari Baris Sumbu adalah prosesi untuk memohon anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widhi Wasa berupa benih-benih kehidupan baru (dalam hal ini benih untuk pertanian). Pemaknaan ini dikaitkan dengan empat penari Tari Baris Sumbu sebagai simbol empat saudara yang diajak ketika manusia lahir, sumbu kemungkinan adalah simbol placenta

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

batarirupa

Publisher

Subject

Arts Education

Description

Dinamika ilmu pendidikan seni amatlah pesat, diperlukan sebuah wadah atau sarana untuk menghimpun dan menyosialisasikan perkembangan ilmu pendidikan seni tari, drama dan musik, serta seni rupa. Wadah atau sarana ilmiah ini juga bertujuan membangun dan menjaga atmosfer akademik baik di dalam maupun ...