Salah satu masalah yang paling sering dijumpai dalam manajemen lalu lintas adalah tingkat kemacetan yang tinggi dalam daerah perdagangan yang ada di pusat kota. Masalah ini muncul karena adanya konflik antara arus kendaraan dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti yang terlihat di CBD Wonomulyo pada ruas jalan R.Soeparman, jalan Padi Unggul I dan jalan Padi Unggul II. Kemacetan lalu lintas yang terjadi tiap hari pasar (rabu dan minggu) dipengaruhi oleh hambatan samping antara lain : pedagang kaki lima (PKL), arus lalu lintas kendaraan bermotor, parkir kendaraan tidak teratur dan bongkar muat barang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen lalu lintas di CBD kota Wonomulyo pada ruas jalan tersebut. Hasil analisis hambatan samping (SF) menyatakan bahwa frekuensi terbobot pada kelas hambatan samping tergolong sedang. Sejauh ini yang bisa dilakukan dalam mengatasi kemacetan di CBD kota Wonomulyo adalah dengan relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke pasar Wonomulyo (pasar induk dan pasar hewan), meningkatkan disiplin para pengguna jalan (sopir angkutan umum penumpang, bongkar muat barang, parkir kendaraan bermotor dan tidak bermotor).
Copyrights © 2017