Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 3 No. 3 (2015)

Uji Patogenisitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin pada Jangkrik (Gryllus sp.) (Orthoptera: Gryllidae)

Alorisa Tirta Ardiyati (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Gatot Mudjiono (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Toto Himawan (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2016

Abstract

ABSTRAK   Jangkrik (Gryllus sp.) merupakan serangga omnivora, serangannya dapat mencapai 83% pada lahan cabai dalam semalam. Pengendalian jangkrik masih relatif sulit. Pada umumnya pengendalian jangkrik dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis ini dapat berdampak negatif pada lingkungan maupun organisme lain. Maka perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya dengan jamur yang bersifat pathogen terhadap serangga yaitu B. bassiana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan sub Laboratorium Pengembangan Agens Hayati Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode umpan pakan jamur B. bassiana patogenik terhadap Gryllus sp. Konsentrasi efektif (LC50) jamur B. bassiana yang dapat menyebabkan mortalitas 50% Gryllus sp. adalah 7,1 x 106 konidia/ml dengan waktu mematikan (LT50) Gryllus sp. mencapai 50%  pada 3,1 hari. Pada metode kontak langsung jamur B. bassiana patogenik terhadap Gryllus sp. Konsentrasi efektif (LC50) jamur B. bassiana yang dapat menyebabkan mortalitas 50% Gryllus sp. adalah 6,2 x 108 konidia/ml dengan waktu mematikan (LT50) Gryllus sp. mencapai 50%  pada 4,3 hari.   Kata Kunci: Patogenisitas, Beauveria bassiana, Gryllus sp.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...