Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang menjadi sumber pendapatan bagi perekonomian Indonesia hingga ± Rp. 2,7 Trilliun/tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan produksi bawang merah di Indonesia mengalami penurunan yaitu akibat serangan jamur Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsorsium bakteri antagonis P. aeruginosa, B. cereus 1 dan B. cereus 2 dalam mengendalikan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah. Tahapan penelitian meliputi: penentuan plot dan tanaman contoh, peracikan isolat bakteri, pengaplikasian isolat bakteri, pengamatan komponen pertumbuhan, tingkat kejadian penyakit layu Fusarium, tingkat efikasi, hasil panen dan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Pengaplikasian konsorsium bakteri antagonis perlakuan P9 (P. aeruginosa + B. cereus 1 + B. cereus 2) sangat efektif dalam menekan perkembangan penyakit layu fusarium serta dalam memacu pertumbuhan pada tanaman bawang merah. Tingkat efikasi tertinggi yaitu pada perlakuan P9 dengan nilai sebesar 81% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Copyrights © 2022