Deiksis
Vol 14, No 3 (2022): Deiksis

Bentuk Dasar pada Redupliksi Berafiks dalam Bahasa Indonesia

Diana Kurniawati (Universitas Sebelas Maret)
Pradana Ricardo (Universitas Sebelas Maret)
Bakdal Ginanjar (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2022

Abstract

Bentuk dasar dari kata ulang penting sekali artinya bagi penentuan golongan pengulangan. Akan tetapi, tidak semua kata ulang dapat dengan mudah ditentukan bentuk dasarnya. Terutama bentuk dasar dari pengulangan sebagian dan pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dasar pada reduplikasi berafiks dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan petunjuk penentuan bentuk dasar bagi kata ulang yang dikemukakan oleh Ramlan (1985). Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung reduplikasi berafiks. Sumber data berupa novel Bintang karya Tere Liye (2017), novel Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda (2019), novel terjemahan Dunia Anna karya Jostein Garder (2019), buku Refresh Your Heart karya Abu Zulfan Ardhani (2014) dan buku Gestapu 65 karya Salim Haji Said (2018). Metode penyediaan data pada penelitian ini adalah metode simak dan teknik catat. Analisis dilakukan dengan metode agih serta teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lesap. Adapun hasil penelitian menunjukkan reduplikasi bereafiks ber- ada yang tergolong sebagai reduplikasi sebagian dan ada pula yang tergolong ke dalam reduplikasi pembubuhan afiks. Begitu pula dengan reduplikasi berafiks meN-, ter-, dan –an. Sementara reduplikasi berafiks di- dan di-kan serta se- dan se-nya hanya ditemukan jenis reduplikasi sebagian.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

Deiksis

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Deiksis is a journal that aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts, and theories in Indonesian language and ...