Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM TEKS PARIWISATA PADA PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM/GRAMATICAL COHESION OF PERSONAL PRONOUNS IN THE TOURISM TEXT ON PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM Bakdal Ginanjar; Dwi Purnanto; Hesti Widyastuti; Chattri S. Widyastuti
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.227 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.498.257-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini diarahkan pada kajian teks wacana pariwisata dengan pendekatan analisis wacana. Permasalahan yang dikaji adalah aspek kebahasaan pembangun kepaduan teks wacana berupa kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata dalam media digital yang hasilnya dapat dipakai sebagai salah satu dasar merespons tuntutan kualitas strategi komunikasi promosi yang kreatif.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Sumber data berasal dari situs/laman pesonaindonesia.kompas.combulan Januari—Oktober 2019. Data berwujud teks wacana pariwisata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode agih dengan teknik ganti. Kajian ini menemukan pendayagunaan referensi pronominal persona yang difungsikan untuk membangun teks wacana yang khas dari teks pariwisata secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pariwisata menggunakan aspek-aspek gramatikal kohesi referensi persona pertama, kedua, ataupun ketiga. Referensi persona kedua mendominasi dalam teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. guna menciptakan keutuhan dan kepaduan wacana. Lebih lanjut, pemilihan referensi persona tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri dengan pembaca dan terkandung implikasi persuasif bagi pembaca. Kata kunci: kohesi, referensi persona, teks pariwisata, wacana AbstractThis research is directed at the study of tourism discourse texts with the discourse analysis approach. The problem studied is the linguistic aspects of the building of the discourse text cohesion in the form of grammatical cohesion of persona references in the pariwisa text on the pesonaindonesia.kompas.com page. The aim is to describe the linguistic aspects of grammatical cohesion of references to charms in the tourism text in digital media, the results of which can be used as a basis for responding to the demands of the quality of creative promotional communication strategies. This research is a descriptive qualitative type in linguistics. The data source is from pesonaindonesia.kompas.com website / page from January to October 2019. The data is in the form of a tourism discourse text. The method of data collection is done by referring to the method. Data were analyzed by the method of distribution. The results showed that the tourism text uses grammatical aspects of the first, second, and third persona reference cohesion. The second persona reference dominates in the tourism text on the pesonaindonesia.kompas.com page. in order to create wholeness and cohesiveness of discourse. Furthermore, the selection of the reference persona is intended to get closer to the reader and has persuasive implications for the reader.Keywords: discourse, cohesion, personal pronouns, tourism text
KONSEPTUALISASI PANCASILA DALAM METAFORA BAHASA INDONESIA: SEBUAH KAJIAN AWAL (Conseptualization of Pancasila in Indonesian Metaphor: An Early Study) Bakdal Ginanjar; Chattri Sigit Widyastuti
Kandai Vol 15, No 2 (2019): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.26 KB) | DOI: 10.26499/jk.v15i2.940

Abstract

Pancasila merupakan ideologi Indonesia dan menjadi dasar, pandangan hidup, dan falsafah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, pemahaman dan penghayatan pada Pancasila dinilai sudah mulai menurun dalam berbagai kehidupan.Berdasarkan realita itu, penelitian ini mengkaji pemetaan konseptualisasi Pancasila akhir-akhir ini dalam media massa cetak dengan perspektif metafora konseptual. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dalam linguistik yang berusaha melihat masyarakat menggunakan bahasa secara nyata dalam sebuah wacana untuk mengetahui konseptualisasi dari ide dan emosi yang abstrak. Dari artikel tentang Pancasila dalam media massa cetak yang dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat, metafora tentang Pancasila diidentifikasi dan dianalisis dengan teori metafora konseptual melalui metode padan referensial .Hasil analisis menunjukkan adanya korespondensi antara ranah sumber dengan ranah target. Pancasila dikonseptualkan dengan sesuatu yang lain berdasarkan fungsi, kekuatan, ciri, sifat, dan pengalaman manusia. Berdasarkan perspektif metafora konseptual, Pancasila dipetakan atas “Pancasila Adalah Rumah”, “Pancasila Adalah Wadah Kosong”, “Pancasila Adalah Benteng”, “Pancasila Adalah Pakaian”, dan “Pancasila Adalah Keabadian”.(Pancasila is an Indonesian ideology and becomes the basis, outlook on life and philosophy in social life. However, understanding and appreciation of Pancasila is considered to have begun to decline in various lives. Based on that reality, this study examines the recent Pancasila conceptualization mapping in print mass media with a conceptual metaphor perspective. This research is a qualitative descriptive type in linguistics that seeks to see people use real language in a discourse to find out the conceptualization of abstract ideas and emotions. From articles on Pancasila in the printed mass media that were collected by listening methods and note techniques, metaphors about Pancasila were identified and analyzed with conceptual metaphor theory through the referential equivalent method. The results of the analysis showed a correspondence between the source and target domains. Pancasila is conceptualized with something else based on the functions, strengths, characteristics, traits, and human experience. Based on the conceptual metaphorical perspective, Pancasila is mapped on “Pancasila Is House”, “Pancasila Is Empty Container”, “Pancasila Is Fortress”, “Pancasila Is Clothing”, and “Pancasila Is Evenence”.)
Fenomena Disfemisme dalam Kartun Anak Pada Pertelevisian Indonesia Lelly Dwi Anjani; Bakdal Ginanjar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1787

Abstract

This paper examines the use of dysphemism in children's cartoon shows in Indonesian television which are categorized as dangerous and cautious according to KPAI and KPI. The issue of this paper is focused on discussing the types of dysfemism used. This research is a descriptive qualitative type. The data of this research are sentences containing dysphemism. The data source of this research is the children's cartoon show Spongebob Squarepants¸ Crayon Shinchan, and Little Krishna taken from television and Youtube shows. The method of providing data is done by referring to the record and record techniques. The method of data analysis is done by the method of distribution with techniques for direct elements, fade techniques, and dressing techniques. The results of data analysis are presented by informal methods. Based on the results of data analysis, it was concluded that the type of dysfemism in children's cartoon shows in Indonesian television is in the form of 1) a comparison between humans and animals that are conventionally considered to have certain behaviors, 2) term or nickname derived from taboo body organs, body effluvia (odor or secretion), and sexual behavior, 3) nickname or dysphemistic greetings taken from physical characters that are seen so that it is considered to be an abnormal person, 4) curses and nicknames that use the term from mental abnormalities or mental illness, 5) sexist, racist, speciesist, classist, ageist and otherIST dysfemism that function as insults, and 6) the term insult or disrespect that calls insult to the intended character.AbstrakDalam tulisan ini dikaji penggunaan disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia yang dikategorikan berbahaya serta hati-hati menurut KPAI dan KPI. Permasalahan dalam tulisan ini difokuskan pada pembahasan jenis disfemisme yang digunakan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung disfemisme. Sumber data penelitian ini adalah tayangan kartun anak “Spongebob Squarepants”¸ “Crayon Shinchan”, dan “Little Krishna” yang diambil dari tayangan televisi dan YouTube. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa jenis disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia berupa 1) perbandingan manusia dengan hewan yang secara konvensional dianggap memiliki perilaku tertentu, 2) istilah atau julukan yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan, efluvia tubuh (bau atau sekresi), dan perilaku seksual, 3) julukan atau sapaan disfemistik yang diambil dari karakter fisik yang terlihat sehingga dianggap seolah menjadi orang yang abnormal, 4) kutukan dan julukan yang menggunakan istilah dari abnormalitas mental atau penyakit jiwa, 5) disfemisme sexist, racist, speciesist, classist, ageist, dan -IST lainnya yang berfungsi sebagai penghinaan, dan 6) istilah penghinaan atau tidak hormat yang menyerukan penghinaan pada karakter yang dituju.
TINDAK TUTUR DALAM TEKS KEPEWARAAN Bakdal Ginanjar; Hesti Widyastuti; Hanifullah Syukri
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020): AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.292 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur yang terdapat dalam teks kepewaraan. Tindak tutur ini sangat khas mengingat tujuan yang ingin dicapai oleh teks berbeda dengan teks lainnya. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Data berwujud tuturan pewara. Data diambil dari teks pewara dalam pelatihan kepewaraan di Perum. Graha Jati Indah, Jati, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah. Data diambil dengan metode simak, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pewaramenggunakan tuturan ilokusi berupa asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v21i1.pp33-40
Bentuk Dasar pada Redupliksi Berafiks dalam Bahasa Indonesia Diana Kurniawati; Pradana Ricardo; Bakdal Ginanjar
Deiksis Vol 14, No 3 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v14i3.11610

Abstract

Bentuk dasar dari kata ulang penting sekali artinya bagi penentuan golongan pengulangan. Akan tetapi, tidak semua kata ulang dapat dengan mudah ditentukan bentuk dasarnya. Terutama bentuk dasar dari pengulangan sebagian dan pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dasar pada reduplikasi berafiks dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan petunjuk penentuan bentuk dasar bagi kata ulang yang dikemukakan oleh Ramlan (1985). Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung reduplikasi berafiks. Sumber data berupa novel Bintang karya Tere Liye (2017), novel Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda (2019), novel terjemahan Dunia Anna karya Jostein Garder (2019), buku Refresh Your Heart karya Abu Zulfan Ardhani (2014) dan buku Gestapu 65 karya Salim Haji Said (2018). Metode penyediaan data pada penelitian ini adalah metode simak dan teknik catat. Analisis dilakukan dengan metode agih serta teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lesap. Adapun hasil penelitian menunjukkan reduplikasi bereafiks ber- ada yang tergolong sebagai reduplikasi sebagian dan ada pula yang tergolong ke dalam reduplikasi pembubuhan afiks. Begitu pula dengan reduplikasi berafiks meN-, ter-, dan –an. Sementara reduplikasi berafiks di- dan di-kan serta se- dan se-nya hanya ditemukan jenis reduplikasi sebagian.
PERGESERAN MAKNA KOSAKATA FLORA DALAM METAFORA DI MEDIA SOSIAL TWITTER: KAJIAN SEMANTIK Ailsa Zevaulima Dilivia; Lukman Febriyanto; Bakdal Ginanjar
Linguistik Indonesia Vol. 41 No. 1 (2023): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v41i1.418

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran makna kosakata flora bawang, terong, kentang, kacang, kencur, dan cabedi media sosial Twitter. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung istilah flora bawang, terong, kentang, kacang, kencur, dan cabeyang terdapat di media sosial Twitteryang diambil dalam rentang waktu bulan Juli hingga September 2022.Penyediaan data dilakukan dengan menyimak penggunaan metafora pada kalimat berkosakata flora kemudian mengkategorikannya ke dalam jenis-jenis metafora berdasarkan perubahan maknanya. Analisis data menggunakan metode agih dengan membagi unsur langsung frasa atau klausa berupa ungkapan metafora tentang kosakata flora kemudian dilanjutkan teknik ganti. Penelitian ini menunjukkan bahwa makna baru terbentuk akibat adanya pergeseran makna kosakata flora yang cenderung bersifat peyoratif dari pada amelioratif. Nampaknya fenomena eufemisme atau pseudo-eufemisme berupa sindiran dapat dianggap sebagai media yang aman digunakan untuk mengkritik atau menghina, yaitu dengan usaha menggantikan ungkapan yang kasar dan mengasosiasikan ungkapan kasar tersebut dengan ungkapan lain.
Afiks se- sebagai Afiks Derivasional dalam Bahasa Indonesia Ailsa Zevaulima Dilivia; Khotimatul Rosidah; Bakdal Ginanjar
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v14i1.522

Abstract

This study aims to describe the changes in the form of affixation in Indonesian language. This research is a qualitative descriptive type. The data of this research are in the form of sentences containing the prefix se- which are sourced from online newspapers, anthologies of short stories, and scientific books. Data were collected by means of listening method and note-taking technique which were then analyzed  sequentially by using distributional method, immediate constituent technique, deletion, replacing, and expansion techniques. The results of data analysis were presented by means of informal and formal methods. It was concluded that the derivational affix se- functions to form nouns from adjectives and verbs, numerals from adjectives and nouns, adjectives from verbs, and adverbs from verbs and nouns.  
Eufemisme dan Disfemisme pada Kolom Komentar Postingan tentang Kebijakan Baru Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tasya Khairani; Wilda Arifati; Bakdal Ginanjar
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.8679

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasikan jenis-jenis dan tipe disfemisme dan eufemisme yang ada di media sosial. Sumber data yang digunakan berupa komentar pada postingan tentang kebijakan baru masuk Perguruan Tinggi Negeri pada media sosial Instagram, Twitter, dan TikTok. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah terletak pada isu dan isu yang diteliti belum banyak dibahas. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui bentuk eufemisme dan disfemisme oleh masyarakat Indonesia dalam berkomentar di media sosial.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik catat dan subsitusi. Teknik analisis data terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan adanya jenis-jenis dan tipe dari eufemisme dan disfemisme. Tipe eufemisme yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ekspresi figuratif, metafora, makna di luar pernyataan, dan kolokial. Tipe disfemisme yang ditemukan yaitu istilah tabu untuk memaki dan mengejek, sumpah serapah yang cabul, perbandingan manusia dengan hewan, dan julukan abnormalitas jiwa seseorang.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM TEKS PARIWISATA PADA PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM/GRAMATICAL COHESION OF PERSONAL PRONOUNS IN THE TOURISM TEXT ON PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM Bakdal Ginanjar; Dwi Purnanto; Hesti Widyastuti; Chattri S. Widyastuti
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.498.257-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini diarahkan pada kajian teks wacana pariwisata dengan pendekatan analisis wacana. Permasalahan yang dikaji adalah aspek kebahasaan pembangun kepaduan teks wacana berupa kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata dalam media digital yang hasilnya dapat dipakai sebagai salah satu dasar merespons tuntutan kualitas strategi komunikasi promosi yang kreatif.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Sumber data berasal dari situs/laman pesonaindonesia.kompas.combulan Januari—Oktober 2019. Data berwujud teks wacana pariwisata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode agih dengan teknik ganti. Kajian ini menemukan pendayagunaan referensi pronominal persona yang difungsikan untuk membangun teks wacana yang khas dari teks pariwisata secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pariwisata menggunakan aspek-aspek gramatikal kohesi referensi persona pertama, kedua, ataupun ketiga. Referensi persona kedua mendominasi dalam teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. guna menciptakan keutuhan dan kepaduan wacana. Lebih lanjut, pemilihan referensi persona tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri dengan pembaca dan terkandung implikasi persuasif bagi pembaca. Kata kunci: kohesi, referensi persona, teks pariwisata, wacana AbstractThis research is directed at the study of tourism discourse texts with the discourse analysis approach. The problem studied is the linguistic aspects of the building of the discourse text cohesion in the form of grammatical cohesion of persona references in the pariwisa text on the pesonaindonesia.kompas.com page. The aim is to describe the linguistic aspects of grammatical cohesion of references to charms in the tourism text in digital media, the results of which can be used as a basis for responding to the demands of the quality of creative promotional communication strategies. This research is a descriptive qualitative type in linguistics. The data source is from pesonaindonesia.kompas.com website / page from January to October 2019. The data is in the form of a tourism discourse text. The method of data collection is done by referring to the method. Data were analyzed by the method of distribution. The results showed that the tourism text uses grammatical aspects of the first, second, and third persona reference cohesion. The second persona reference dominates in the tourism text on the pesonaindonesia.kompas.com page. in order to create wholeness and cohesiveness of discourse. Furthermore, the selection of the reference persona is intended to get closer to the reader and has persuasive implications for the reader.Keywords: discourse, cohesion, personal pronouns, tourism text
Ragam Bahasa Istilah Perkeretaapian dan Transportasi Rel di Indonesia: Analisis Proses Morfologis Winda Oktorahma Pramasetia; Bakdal Ginanjar
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.951

Abstract

In various aspects of social life, there are many varieties of language used. One of them is the variety of languages used in all types of public transportation, one of which is the train. The emergence of terms used in rail transportation, especially trains, is an effort to make it easier for people who work in the realm of rail transportation to communicate more quickly and efficiently. This creates a new language variety that is usually only known by a handful of people who work in the field of rail transportation and sometimes causes confusion for ordinary people. Therefore, this study aims to provide a description of the morphological process regarding the variety of language terms used in the realm of railways. This research is a descriptive qualitative research. The data source is taken from a collection of terms used in railways and rail transportation derived from literature such as books, magazines, thesaurus and KBBI Online, using the literature study method. Qualitative data analysis techniques used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing (Sugiyono, 2018) based on the theory of morphological processes from (Carstairs-McCharty, 2002). The results of the analysis show that the morphological processes that exist in various terms used in railways and rail transportation are quite diverse including abbreviations, acronyms, affixation, and blending. Dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, terdapat banyak sekali ragam bahasa yang digunakan. Salah satunya adalah ragam bahasa yang digunakan pada segala jenis transportasi umum salah satunya adalah kereta api. Munculnya istilah-istilah yang digunakan di dalam transportasi rel terutama kereta api, adalah sebuah upaya untuk mempermudah orang-orang yang bekerja dalam ranah transportasi kereta api agar lebih cepat dan efisien dalam berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan ragam bahasa baru yang biasanya hanya diketahui oleh segelintir orang yang memiliki pekerjaaan di bidang transportasi rel dan terkadang menyebabkan kebingungan bagi orang awam. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai proses morfologis mengenai ragam bahasa istilah yang digunakan dalam ranah perkeretaapian. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari kumpulan istilah-istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel yang berasal dari literatur seperti buku, majalah, tesaurus dan KBBI Daring, dengan menggunakan metode pustaka. Teknik analisis data secara kualitatif digunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2018) yang berdasar pada teori proses morfologi dari (Carstairs-McCharty, 2002). Hasil analisis memperlihatkan bahwa proses morfologis yang ada dalam berbagai istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel cukup beragam meliputi singkatan, akronim, afiksasi, dan blending.