Penelitian ini mengkaji perbedaan status gizi lansia yang tinggal di panti jompo dan yang tinggal bersama keluarganya dengan berlandaskan berbagai penelitian yang telah membandingkan kedua faktor ini yang mana secara keseluruhan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas kesehatan lansia lebih baik bagi mereka yang tinggal dengan keluarga daripada mereka yang hidup di panti jompo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Determinan status gizi yang dianalisis pada penelitian ini meliputi riwayat penyakit, kesehatan mulut dan aktivitas fisik. Hasil uji beda dengan menggunakan Independent t-Test menunjukkan bahwa variabel yang memiliki perbedaan adalah kesehatan mulut (p-value=0,000). Sementara untuk variabel riwayat sakit (p-value=0,815) dan aktivitas fisik (p-value=0,808) tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara lansia yang tinggal di panti dan bersama keluarga. Perbedaan determinan yang terjadi sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan adalah keterkaitannya dengan masalah psikis. Kerinduan lansia akan perhatian terutama dari keluarga mengakibatkan kurangnya gairah dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi minat lansia dalam melakukan berbagai kegiatan yang pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan kesehatan pada lansia. Kesimpulannya, bahwa pentingnya menjaga kondisi psikis lansia akan mempengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk gizi.
Copyrights © 2022