Gatranusantara
Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober

KAJIAN TENTANG NILAI-NILAI PERSATUAN YANG TERKANDUNGDALAM MBARU NIANG (RUMAH ADAT) WAEREBO DI DESA SATAR LENDA KECAMATAN SATARMESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI

Leonard Lobo (Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Nusa Cendana, Kupang)
Rikardus A. Dagur (Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Nusa Cendana, Kupang)



Article Info

Publish Date
06 Oct 2018

Abstract

Tujuan dalam penelitan ini adalah Untuk mengetahui tentang Mbaru Niang (Rumah Adat) sebagai simbol persatuan oleh masyarakat Waerebo Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai sekaligus untuk mengetahui bentuk dan struktur Mbaru Niang (Rumah Adat) masyarakat Waerebo, dan Untuk Mengetahui fungsi Mbaru Niang (Rumah Adat) di Waerebo Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai melambangkan nilai-nilai persatuan. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Sumber dalam penelitian ini adalah pemerintah setempat, tua adat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ditentukan secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan Mbaru Niang (Rumah Adat) dijadikan simbol persatuann karena Mbaru Niang (Rumah Adat) merupakan Rumah tempat warga kampung melaksanakan kegiatan adat bila ada upacara adat apa saja. Selain itu Mbaru Niang (Rumah Adat) juga sering dikaitkan dengan tempat penyimpanan barang-barang pusaka seperti peralatan caci, peralatan gendang/gong, peralatan tarian, tempat sesajian untuk leluhur dan tempat penyimpanan bahan makanan. Dalam kaitan dengan ini realitasnya bahwa budaya Manggarai khususnya masyarakat Waerebo memiliki dan menjunjung tinggi nilai persatuan kesatuan, persaudaraan dalam seluruh hidupnya. Mbaru Niang merupakan rumah berbentuk kerucut meruncing ke arah atas sebagai lambang perlindungan dan persatuan antar warga Waerebo. Lantai bangunan yang berbentuk lingkaran merupakan simbol keharmonisan dan keadilan antar warga dan keluarga di dalam Mbaru Niang. Adapun struktur Mbaru Niang yaitu Struktur dan Fungsi Mbaru Niang (Rumah Adat) waerebo memiliki lima tingkatan yaitu: Tingkat I: Tenda adalah tempat beraktifitas, ruang kumpul, ruang perapian dan ruang kamar tidur. Tenda terbagi atas 2: Molang: Ruang Privat, Lutur: Ruang Tamu. Tingkat II: Lobo mehe adalah ruang penyimpan makanan dan barang sehari-hari. Tingkat II: Lentar adalah ruang penyimpanan biji-bijian untuk berkebun seperti benih jagung, padi, dan kacang-kacangan. Tingkat IV: Lempa Rae adalah ruang penyimpanan cadangan makanan. Tingkat V: Hekang Kode adalah sebagai ruang persembahan untuk leluhur atau untuk tempat menaruh sesajian. Mbaru Niang beserta masyarakat Waerebo merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan karena mereka saling berhubungan dan melengkapi.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JG

Publisher

Subject

Education Environmental Science Other

Description

Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan ...