Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk merefleksikan realitas segregasi masyarakat Kota Ambon, yang disadarkan pada agama. Akibat dari situasi ini adalah 1) individu-individu komunitas agama akan berpotensi menekankan identitas keagamaannya, yang ditandai dengan kecenderungan untuk membela, menjaga dan mempromosikan kepositifan agamanya; 2) Individu-individu ini dapat menjadi sangat sensitif dalam mengidentifikasi dan mendefinisikan ancaman-ancaman dari komunitas agama lain; dan 3) Jika salah satu komunitas beragama saja berorientasi segregasi, maka hubungan yang terjadi dapat bersifat konfliktual. Untuk meminimalisir akibat situasi segregatif ini: 1) Pemerintah perlu menyikapi segregasi dengan terus memperbanyak ruang-ruang publik demi terciptanya perjumpaan dan komunikasi antar individu dari komunitas yang berbeda; 1) pemerintah perlu mengusahakan penyadaran tentang multikulturalisme; 3) para pemimpin dan para pemuka agama harus berwawasan inklusif; dan 4) Kesetaraan sesama warga kota harus tetap dipertahankan, yang tampak dalam sikap saling menghormati.
Copyrights © 2019