JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
Vol 2, No 1 (2017)

PENINGKATAN PRODUKSI ULAT HONGKONG DI PETERNAK RAKYAT DESA PATIHAN , BLITAR MELALUI TEKNOLOGI MODIFIKASI RUANG MENGGUNAKAN EXHOUST DAN TERMOMETER DIGITAL OTOMATIS

Farida Kusuma Astuti (Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Ahmad Iskandar (Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Eka Fitasari (Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2017

Abstract

Ulat hongkong (Tenebrio molitor L) merupakan bagian dari “aneka ternak” yang sangat mudah diterapkan bagi ibu rumah tangga baik sebagai mata pencaharaian utama maupun sampingan. Ulat hongkong merupakan komoditas yang digunakan sebagai makanan burung, ikan, reptile, pangan, dan sebagai bahan baku kosmetik. Dalam masa hidupnya, ulat hongkong melewati beberapa siklus yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan kepik / serangga. Bagi peternak ulat hongkong, 4 tahapan siklus ini harus dilakukan sendiri karena tidak ada pasar yang hanya menjual bibit berupa ulat muda maupun kepiknya saja. Kelembaban dan suhu merupakan masalah yang seringkali dialami oleh peternak ulat hongkong karena sangat berpengaruh pada siklus produksi terutama perubahan ulat dewasa menjadi kepik. Suhu dan kelembaban yang yang terlalu panas atau terlalu rendah akan menyebabkan pembentukan kepik dari ulat dewasa menjadi tidak serempak sehingga ulat yang lambat berkembang akan mengalami kematian akibat diinjak-injak atau dimakan oleh ulat yang sudah berubah menjadi kepik. Untuk mengatasi hal ini solusi yang dilakukan adalah (1) identifikasi masalah pokok yang mempengaruhi perkawinan ulat hongkong (2) Penjelasan mengenai siklus hidup ulat hongkong dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya (3) Penerapan teknologi modifikasi ruangan perkawinan ulat hongkong melalui pemasangan exhaust dan pemasangan thermometer digital yang secara otomatis menyala sendiri sesuai suhu ideal ruangan perkawinan ulat (4) Pendampingan dan pelayanan konsultasi dilakukan selama seluruh kegiatan pengabdian yaitu 8 bulan penuh, yang meliputi terhadap semua kegiatan dan praktek hingga mengetahui dampak dari teknologi yang ditransfer bagi tingkat kematian kepik dan peningkatan produksi. Dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa penerapan teknologi melalui modifikasi ruangan menggunakan exhaust dan thermometer digital otomatis dapat menurunkan tingkat kematian kepik ulat hongkong sebesar 20%, peningkatan kuantitas ulat hongkong sebesar 16,7 % dan peningkatan pendapatan sebesar 70,9%.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

japi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Health Professions Nursing Public Health Other

Description

JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada ...