Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara perencanaan kebutuhan bahan baku menggunakan metode tradisional dan metode Economic Order Quantity manakah yang lebih efisien.Penelitian ini dilaksanakan pada Mebel Srikandi Kota Sorong. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh dari pemilik Mebel Srikandi yang kemudian diolah dan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity.Hasil penelitian menunjukkam bahwa dengan penerapan metode Economic Order Quantity dapat meminimumkan biaya persediaan pada tahun 2019 sebesar Rp. 47.864.218, pada tahun 2020 dapat meminimumkan biaya persediaan sebesar Rp. 46.419.574, dan pada tahun 2021 dapat meminimumkan biaya sebesar Rp. 53.654.524.
Copyrights © 2022