Mahmud Abū Rayyah seorang pemerhati dan peneliti hadis yang dinilai sebagai seorang inkār al-sunnah. Hal tersebut karena ia banyak mengkritik matan hadis Nabi. Atas dasar argumen di atas peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana metode kritik matan hadis Abū Rayyah.Metode yang akan digunakan adalah metode content analisis (telaah isi) dengan pendekatan historis, guna untuk mengetahui latar belakang sosial kehidupan Abū Rayyah sehingga dapat memahami pemikirannya. Dan teori kritik matan Suryadi menjadi landasan untuk menemukan metode kritik matan hadis Abū Rayyah, yaitu: (1) pengujian dengan ayat-ayat al-Quran; (2) pengujian dengan hadis yang lebih sahih; (3) pengujian dengan rasio atau ilmu pengetahuan; (4) pengujian dengan fakta historis. Adapun temuan dari penelitian ini adalah (1) metode yang digunakan Abū Rayyah untuk mengkritik matan hadis sama dengan teori kritik matan hadis Suryadi. (2) Latar belakang kehidupan social membentuk kepribadian Abū Rayyah yang kritis. (3) Metode kritik matan Abū Rayyah menuai banyak kontradiksi sehingga secara tidak langsung Abū Rayyah membuka peluang untuk mengembangkan wawasan studi hadis secara kritis.
Copyrights © 2021