Dalam kajian filsafat epistemologi merupakan bagian yang paling sering dibahas, dikarenakan epistemolgi sendiri merupakan suatu hal yang paling fundamental dalam berbagai disiplin pengetahuan tentunya tidak hanya dalam kajian filsafat.. Dalam hal ini tidak bisa dipungkiri semenjak era renasains di dunia Barat terjadi sebuah transformasi terkait konsep epistemologi yang dijadikan pegangan yaitu rasionalisme dan emperisme, dan dari kedua aliran inilah yang kemudian dijadikan metode utama bagi perkembangan ilmu modern. Dan tentunya ini bertolak belakang dengan kajian atau khazanah keilmuan Islam, dimana dalam kajian khazanah keilmuan Islam tidak hanya mendasarkan sesuatu hanya berdasarkan rasionalitas dan empiris semata, apabila kajian Islam hanya terfokuskan pata kedua titik tersebut bagaimana dengan ranah yang menyangkut masalah trensenden seperti, metafisika, dan hal ini tentunya tidak bisa diraih hanya dengan rasionalitas dan juga tidak bisa dibuktikan secara empiris dan observasi semata. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mencari suatu penerangan apakah sesuatu itu bisa dikatan ilmu pengetahuan apabila hal itu tidak bisa dicari melalui rasionalitas dan observasi empiris, dan disini metode yang penulis gunakan ialah diskriptif-analisis dengan menggunakan teori dari epistemologi anarkisme dari Feyerabend.
Copyrights © 2021