ABSTRAKPandemi Covid-19 mengakibatkan anak terbatas beraktifitas terutama di sekolah, sehingga kesehatan gigi dan mulut tidak dapat dipantau oleh dokter gigi melalui program kunjungan usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS). Kesehatan gigi dan mulut (kesgilut) sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu dilakukan upaya promotif dan preventif. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk kader kesgilut sehingga dapat mandiri melakukan upaya promotif dan preventif yaitu dengan memotivasi anak untuk memiliki kebiasaan baik serta tidak takut ke dokter gigi. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan luring dan pemutaran audio visual dalam rangka membentuk kader kesehatan yang diselenggarakan di Taman Kanak-Kanak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga 22 (TK PKK 22) Jotawang. Peserta berasal dari guru dan pengurus PKK sebanyak 6 orang. Evaluasi dilakukan pada seluruh peserta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan mengenai kesgilut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Hasil uji post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut yaitu 100% dibandingkan hasil pre test yaitu 65%. Implikasi kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru serta pengurus PKK dalam menjaga kesgilut dengan baik dan benar. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan sehingga dapat diharapkan menjadi kader kesgilut di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: preventif; promotif; kader kesgilut; PKK ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has resulted in children being limited in activities, especially at school, so dentists cannot monitor dental and oral health through the school dental health business visit program (UKGS). Dental and oral health is essential for the growth and development of children, so it is necessary to make promotive and preventive efforts. This program aims to form dental and oral health cadres so that they can independently carry out promotive and preventive steps by motivating children to have good habits and not be afraid to go to the dentist. The method of this activity is offline counseling and audio-visual screenings to form health cadres held at the Kindergarten for Family Welfare Empowerment 22 (TK PKK 22) Jotawang. Participants came from teachers and PKK administrators, as many as six people. Results were pre and post-test on all participants to determine whether there were differences in knowledge about mental health problems before and after counseling and training. This activity implies increasing teachers' and PKK administrators' knowledge and skills in maintaining excellent and correct dental health problems. The conclusion is that the knowledge and skills of the participants increased after counseling and training were carried out so that they could be expected to become cadres of dental and oral health during the Covid-19 pandemic. Keywords: preventive; promotive; dental and oral health cadre; PKK
Copyrights © 2022