Jurnal Sains Dirgantara
Vol 19, No 2 (2022)

Estimasi Potensi Energi Angin Indonesia Menggunakan Model Weather Research and Forecast - Four Dimension Data Assimiliation (WRF-FDDA)

Nurry Widya Hesty (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi)
Dian Galuh Cendrawati (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi)
Aminuddin Aminuddin (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi)
Bono Pranoto (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi)
Akhmad Fahim (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi)



Article Info

Publish Date
29 Jul 2022

Abstract

Studi ini memberikan gambaran distribusi sumber daya energi angin onshore dan offshore Indonesia menggunakan model WRF dan teknik asimilasi data Nudging Four-Dimensional Data Assimilation System (FDDA) pada ketinggian 50 m dpl, yang merupakan rata-rata ketinggian hub turbin komersial. Hasil model diverifikasi terhadap data 111 stasiun BMKG dan data Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL-KESDM). Dari hasil model didapat lokasi onshore yang memiliki potensi energi angin cukup tinggi dengan kecepatan angin 6 - 8 m/s, rapat daya 400–500 watt/m2, dan AEP 4 – 5 GWh/tahun terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Maluku, dan NTT, sedangkan lokasi offshore yang memiliki kecepatan angin lebih dari 8 m/s, rapat daya 500–600 watt/m2,  dan AEP 5 – 6 GWh/tahun terjadi di offshore Banten, offshore Sukabumi, offshore Kupang, offshore Pulau Wetar, offshore Kab Jeneponto, dan offshore Kab Kepulauan Tanimbar.

Copyrights © 2022