Fazlur Rahman adalah intelektual yang terlahir di Pakistan dan telah melakukan rekonstruksi penafsiran Al-Qur’an menggunakan metode double movement. Terdapat dua Langkah dalam Teknik double movement, pertama, yakni tatkala seorang penafsir akan memecahkan problem yang muncul dari situasi sekarang, penafsir seharusnya memahami arti atau makna dari satu ayat dengan mengkaji situasi atau problem historis di mana ayat al-Qur’an tersebut merupakan jawabannya. Kedua, menggeneralisasikan jawaban-jawaban spesifik tersebut dan menyatakannya sebagai pernyataan yang memiliki tujuan-tujuan moral sosial umum. Dalam menafsirkan dan memahami al-Qur’an, Fazlur Rahman lebih menekankan ideal moral yang berisi nilai-nilai moralitas yang universal dibanding legal spesifik yang memuat norma dan hukum-hukum yang bersifat meruang dan mewaktu.
Copyrights © 2022