Adanya Visum et repertum berperan penting bagi penyidik terutama bagi keluarga korban, untuk melengkapi alat bukti dalam suatu kasus. Walaupun VeR ini merupakan laporan yang dikeluarkan oleh seorang ahli, kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara apa yang sebenarnya terjadi dengan apa yang diyakini telah terjadi atau bisa disimpulkan bisa terjadi adanya manipulasi. Kasus pemalsuan hasil visum et repertum di Indonesia sendiri sebenarnya memang jarang terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kasus seperti ini bisa saja terjadi kedepannya. Jenis peneltian ini berbentuk Yuridis normative yakni penulis akan menganalisa dan membahas secara lebih lanjut tentang bagaimanakah pertangunggjawaban hukum pidana terhadap pelaku pemalsuan alat bukti visum et repertum yang tujuannya untuk mengtahui sanksi hukum apa saja yang dijatuhkan terhadap pelaku. Metode penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hasilnya yaitu melalui kajian bahan kepustakaan yang berfokus pada penerapan aturan positif melalui pendekatan perundang-undangan dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, jurnal hukum, pendapat ahli/akademisi, internet dan kasus hukum terkait yang digunakan dalam penelitian ini.
Copyrights © 2022